PT SMI Prediksi Industri Pembiayaan di 2021 Tumbuh 42 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pelayanan penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup berbalik menguat 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.625 per dolar AS pada Selasa (4/8) sore. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas pelayanan penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup berbalik menguat 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.625 per dolar AS pada Selasa (4/8) sore. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI memproyeksikan outstanding pembiayaan pada tahun 2021 akan tumbuh sebesar Rp105,12 triliun atau 42 persen. 

    "PT SMI memproyeksikan kinerja tahun 2021 dinilai akan terus meningkat dan bertumbuh," ujar Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Darwin Trisna Djajawinata dalam seminar daring di Jakarta, Rabu 30 Desember 2020.

    Menurut dia, pertumbuhan ini berada di atas kisaran pertumbuhan kredit yang diproyeksikan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan berturut-turut sebesar 9 - 11 persen, 5 - 6 persen, dan 8,24 persen serta lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional yaitu sebesar 5 - 6 persen.

    Selain itu Darwin juga menambahkan bahwa hingga November 2020, PT SMI mencatat kinerja yang sangat baik dengan total komitmen sebesar Rp106,76 miliar dan outstanding senilai Rp61,94 miliar, dengan nilai proyek yang telah dibiayai sebesar Rp31,98 miliar.

    "Lebih jauh, pendapatan usaha PT SMI hingga November 2020 tercatat sebesar Rp5,22 triliun dengan laba bersih sejumlah Rp1,93 triliun," katanya.

    Dalam rencana tahun mendatang, PT SMI berkomitmen untuk terus menjadi sustainability promotor dengan melanjutkan dukungan dalam melakukan pembangunan proyek-proyek strategis di Indonesia melalui berbagai skema dan inovasi pembiayaan (termasuk diantaranya adalah pembiayaan bagi pembangunan hijau).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.