Airlangga Sebut SWF Andalan Ketiga Investasi, Setelah BKPM dan Pasar Modal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembentukan sovereign wealth fund (SWF) disebut menjadi jalur ketiga yang memperkuat investasi asing di Indonesia.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan SWF merupakan pendanaan ekuitas (equity funding) pertama yang dimiliki Indonesia. Dia menambahkan, selama ini investasi langsung melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan investasi tidak langsung lewat pasar modal.  

    “SWF ini hadir untuk kaki ketiga investasi yang sifatnya jangka panjang,” kata Airlangga dalam Seremoni Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2020, Rabu 30 Desember 2020.

    SWF nantinya akan membantu pemerintah meraih investasi, termasuk dari luar negeri, dan menyalurkannya dengan skema alternatif melalui investasi langsung.

    Hal itu sekaligus bakal mendorong perbaikan iklim investasi Tanah Air. Amerika Serikat dan Jepang merupakan investor awal yang telah memberikan komitmen untuk menyuntikkan dana ke SWF Indonesia dengan total US$6 miliar.

    SWF Indonesia yang akan dinamakan Nusantara Investment Authority resmi terbentuk melalui peraturan pemerintah No. 74/2020.  Lembaga kepanjangan tangan pemerintah dalam pembangunan ini ditetapkan memiliki modal Rp 75 triliun atau US$5 miliar. Saat pembentukan awal, negara menempatkan modal pertama sebesar Rp15 triliun atau sekitar US$1 miliar. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.