IHSG Diprediksi Berlanjut Rebound di 2021, Ini Sektor-sektor Potensial

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto didampingi (kiri-kanan) Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen,  Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi pada Penutupan Bursa Efek Indonesia 2020 di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada sesi perdagangan terakhir tahun ini. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto didampingi (kiri-kanan) Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi pada Penutupan Bursa Efek Indonesia 2020 di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada sesi perdagangan terakhir tahun ini. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan tanda perbaikan di penghujung tahun ini. Setelah sempat menyentuh level 3.000 pada Maret lalum indeks perlahan meniti tren kenaikan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kinerja indeks 2020 lebih baik jika dibandingkan dengan bursa saham negara tetangga, seperti Thailand, Singapura, dan Filipina. Kondisi rebound ini diproyeksi terus berlanjut hingga 2021. Sejak berada di titik terendah pada 24 Maret 2020, indeks telah kembali meningkat hingga 51,84 persen.

    “Pelaku pasar masih memiliki optimisme yang tinggi, dan tentunya rencana pelaksanaan vaksin massal di 2021 akan memberikan sentimen positif,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Meski demikian, menurut dia kondisi pasar keuangan domestik masih diliputi ketidakpastian.

    Indonesia masih dibayangi risiko peningkatan kasus Covid-19 yang muncul dari varian virus Corona baru. “Seluruh strategi dan kebijakan pemerintah untuk pengendalian pandemi perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.” Dengan demikian, tingkat kepercayaan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi akan terus pulih.

    Kepala Riset Mirrae Asset Sekuritas, Hariyanto Wijaya menambahkan tren penguatan indeks saham ke depan juga akan didorong oleh perbaikan pendapatan korporasi seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi. Khususnya, kenaikan harga komoditas dunia. “Sektor pertambangan dan perkebunan akan kembali potensial, selain sektor andalan seperti perbankan layak dikoleksi di 2021,” katanya. 

    Pandemi terbukti telah menekan kinerja sektor keuangan. Tak hanya IHSG, nilai tukar rupiah turut terdepresiasi signifikan yaitu hingga mencapai level terendah Rp 16.500 per US$ di Maret lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.