Indonesia Terima 1,8 Juta Vaksin Covid-19 Tambahan Dari Sinovac

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan vaksin COVID-19 dari China Sinovac Biotech Ltd. ke ruangan khusus saat tiba di PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat, 7 Desember 2020. Foto: Muchlis Jr - Sekretariat Presiden

    Petugas memindahkan vaksin COVID-19 dari China Sinovac Biotech Ltd. ke ruangan khusus saat tiba di PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat, 7 Desember 2020. Foto: Muchlis Jr - Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengiriman vaksin Covid-19 Sinovac ke Indonesia terus berlanjut. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut vaksin asal Cina ini akan masuk lagi ke tanah air dengan jumlah 1,8 juta dosis pada Kamis, 31 Desember 2020.

    "Maka sudah 3 juta vaksin Sinovac akan berada di Indonesia," kata Retno dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. Pada 7 Desember 2020 sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 Sinovac telah lebih dulu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Ini adalah kedatangan vaksin pertama di Indonesia.

    Sinovac adalah satu dari lima jalur pengadaan vaksin Covid-19 yang disiapkan pemerintah. Empat lainnya adalah AstraZeneca dari Inggris, Novavax dan Pfizer dari Amerika Serikat, serta COVAVAX/GAVI dari jalur kerja sama multilateral.

    Ada dua jenis pengadaan, yaitu firm order alias pembelian langsung dan opsi. Untuk firm order totalnya mencapai 329 juta dosis. Khusus Sinovac, jumlahnya mencapai 3 juta untuk Desember 2020 dan 122,5 juta untuk Desember 2020-Januari 2022.

    Pemerintah mencatat kebutuhan vaksin Covid-19 mencapai 426 juta dosis untuk 181 juta orang. Sehingga dalam pengadaan ada jenis opsi yang jumlahnya mencapai 334 juta dosis dari kelima jalur tersebut.

    Untuk jenis pengadaan opsi, vaksin Sinovac ikut masuk di dalamnya. Pemerintah sudah menyiapkan opsi vaksin Sinovac sebanyak 100 juta dosis untuk periode September 2021-Maret 2022.

    Baca juga: Bio Farma Susun Sistem Distribusi Vaksin Covid-19 Secara Digital

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.