Bio Farma Beli 100 Juta Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Novavax

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir (dua dari kanan) dan Direktur Riset dan Pengembangan Sinovac Biotech Ltd Gao Qiang (kanan) menunjukkan dua dokumen perjanjian pengadaan vaksin Covid-19 yang telah ditandatangani di Kota Sanya, Hainan, Cina, Kamis, 20 Agustus 2020. Kredit: ANTARA/Dokumen

    Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir (dua dari kanan) dan Direktur Riset dan Pengembangan Sinovac Biotech Ltd Gao Qiang (kanan) menunjukkan dua dokumen perjanjian pengadaan vaksin Covid-19 yang telah ditandatangani di Kota Sanya, Hainan, Cina, Kamis, 20 Agustus 2020. Kredit: ANTARA/Dokumen

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bio Farma (Persero) menandatangani perjanjian pembelian vaksin Covid-19 dengan dua perusahaan farmasi, AstraZeneca yang berbasis di Inggris dan Novavax di Amerika Serikat. Jumlah yang dibeli mencapai 100 juta dosis vaksin di mana masing-masing 50 juta.

    "Ini memberikan variasi yang cukup untuk rakyat Indonesia, terhadap produk vaksin yang digunakan," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020.

    AstraZeneca dan Novavax adalah dua dari lima jalur pengadaan vaksin Covid-19 yang disiapkan pemerintah. Tiga jalur lainnya adalah Sinovac dari Cina, Pfizer dari Amerika Serikat, dan COVAVAX/GAVI dari jalur kerja sama multilateral.

    Ada dua jenis pengadaan, yaitu firm order alias pembelian langsung dan opsi. Untuk firm order totalnya mencapai 329 juta dosis. Sebanyak 50 juta dosis AstraZeneca dan 50 juta Novavax ini masuk di dalam perjanjian hari ini. Sisanya yaitu Sinovac 125 juta, Pfizer 50 juta, dan COVAVAX/GAVI 54 juta.

    Pemerintah sebenarnya mencatat kebutuhan vaksin Covid-19 mencapai 426 juta dosis untuk 181 juta masyarakat penerima. Sehingga dalam pengadaan, ada jenis opsi yang jumlahnya mencapai 334 juta dosis dari kelima jalur tersebut.

    Sebelumnya, Indonesia sudah kedatangan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac pada 7 Desember 2020. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut vaksin ini pun akan datang lagi besok, sebanyak 1,8 juta. "Maka, sudah 3 juta yang berada di Indonesia," kata Retno di acara yang sama.

    Baca juga: Efektivitas Vaksin Covid-19 AstraZeneca Diklaim hingga 90 Persen

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.