OJK Minta Bank Syariah Indonesia Jangkau UMKM dan Daerah Pelosok

Logo OJK. wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan selama ini daya saing dan ragam produk keuangan syariah di Indonesia masih rendah. Musababnya, akses serta pengetahuan masyarakat mengenai keuangan syariah masih terbatas.

Ia meyakini kehadiran Bank Syariah Indonesia bisa mengikis masalah tersebut. Kehadiran perseroan dinilai bisa mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat di daerah agar lebih mengenal dan menggunakan layanan keuangan syariah.

“Potensi untuk tumbuh itu ada di daerah, UMKM dan Mikro, dan ini semua umat muslim. Ini ruang untuk tumbuh besar, sehingga kita harus memiliki lembaga keuangan dan perbankan yang bisa mengakses ke daerah dengan teknologi. Kami menyambut baik rencana pemerintah lewat penggabungan Bank BUMN. Ini akan menjadi katalis perkembangan syariah di Indonesia,” ujar Wimboh dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 Desember 2020.

Menurutnya, selama ini masyarakat kesulitan mendapat produk dan jasa keuangan syariah karena masalah jarak dan akses. Kehadiran Bank Syariah Indonesia yang bermodal besar bisa meniadakan masalah ini ke depannya.

Wimboh menegaskan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah juga harus menjawab kondisi rendahnya literasi syariah nasional. Saat ini, indeks literasi syariah nasional masih berada di angka 8,93 persen, jauh di bawah tingkat literasi masyarakat atas keuangan konvensional yakni 37,72 persen.

Ia berharap ke depan Bank Syariah Indonesia bisa mengakses segmen mikro dan UKM di daerah dengan cepat dibantu teknologi.

"Ini tantangan kita. Kalau tidak, maka mereka tidak paham aksesnya, penggunaan teknologinya, mengenali risiko tidak bisa. Kami sambut baik literasi ini sangat penting terutama di daerah,” ujarnya.

Bank Syariah Indonesia akan efektif beroperasi pada 1 Februari 2021. Bank ini digadang-gadang memiliki aset total Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun. Jumlah tersebut menempatkan bank hasil merger masuk daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Baca: 7 Jejak Kasus Banpres Produktif di Bolaang Mongondow Timur yang Ditelisik OJK






Sulit Dapat Modal, Pelaku UMKM: Bunga Mahal Juga Tabrak Aja

1 jam lalu

Sulit Dapat Modal, Pelaku UMKM: Bunga Mahal Juga Tabrak Aja

Kalangan pengusaha UMKM bisa mendapatkan pinjaman modal dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Sandiaga: Untuk Menghadapi Resesi, Kita Bertopang kepada UMKM

3 jam lalu

Sandiaga: Untuk Menghadapi Resesi, Kita Bertopang kepada UMKM

Sandiaga Salahuddin Uno menyebut Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan solusi untuk menghadapi potensi resesi global.


Riza Patria Berharap KKOTA Street Kiosk Bisa Rampung Akhir Tahun

6 jam lalu

Riza Patria Berharap KKOTA Street Kiosk Bisa Rampung Akhir Tahun

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ingin KKOTA Street Kiosk mempercepat pemulihan ekonomi Ibu Kota.


Temukan Lagi 105 Pinjol Ilegal, OJK Sejak 2018 Sudah Tutup 4.265 Aplikasi

10 jam lalu

Temukan Lagi 105 Pinjol Ilegal, OJK Sejak 2018 Sudah Tutup 4.265 Aplikasi

Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga akhir September 2022 menemukan 105 platform pinjaman online atau pinjol ilegal.


OJK Temukan 18 Investasi dan 105 Pinjol Ilegal: Money Game Paling Banyak

12 jam lalu

OJK Temukan 18 Investasi dan 105 Pinjol Ilegal: Money Game Paling Banyak

Satgas Waspada Investasi OJK menemukan 18 entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin dan 105 pinjol ilegal pada September 2022.


Tempo Young Enterpreneur Challenge Sukses, Dua Pebisnis Muda Berangkat ke Korsel

15 jam lalu

Tempo Young Enterpreneur Challenge Sukses, Dua Pebisnis Muda Berangkat ke Korsel

Empat finalis hasil kurasi dari ratusan peserta selama dua bulan lebih.


UMKM Mengeluh Kesulitan Dapat Modal Usaha: Pemerintah Janji Kasih, Ternyata Enggak

19 jam lalu

UMKM Mengeluh Kesulitan Dapat Modal Usaha: Pemerintah Janji Kasih, Ternyata Enggak

Kesulitan memperoleh modal dialami karena pelaku UMKM jarang memiliki agunan atau kolateral.


Terpopuler Bisnis: Bahlil Ungkap Kondisi Dunia Gelap, Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 175,3 T

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Bahlil Ungkap Kondisi Dunia Gelap, Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 175,3 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa dimulai dari Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

1 hari lalu

Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


Terkini Bisnis: OJK Soal Penghimpunan Dana di Pasar Modal, Janji Freeport ke RI

1 hari lalu

Terkini Bisnis: OJK Soal Penghimpunan Dana di Pasar Modal, Janji Freeport ke RI

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Selasa sore ini antara lain OJK menyatakan hasil penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 175,3 triliun.