Hari Terakhir Bursa Efek di 2020, Laju IHSG Diprediksi Melemah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. IHSG mengakhiri lajunya di level 6.008,70 setelah terkoreksi 0,24 persen dibandingkan penutupan kemarin. Indeks bahkan sempat kembali jebol menyentuh level 5853,26 pada awal perdagangan. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. IHSG mengakhiri lajunya di level 6.008,70 setelah terkoreksi 0,24 persen dibandingkan penutupan kemarin. Indeks bahkan sempat kembali jebol menyentuh level 5853,26 pada awal perdagangan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan sesi terakhir tahun ini, Rabu 30 Desember 2020. 

    Head of Research Equity Technical Analyst Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal indeks masih memberikan sinyal bearish atau melemah. Dia menyebut, IHSG akan bergerak cenderung kembali berfluktuatif  dan cenderung melemah pada sesi esok.

    IHSG diperkirakan bergerak di rentang 6.007 hingga 6.058. “Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ASRI, HMSP, MEDC, PTBA, SMBR,” tulis Lanjar dalam laporan riset harian, Selasa 29 Desember 2020.

    Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 55,48 poin atau 0,91 persen ke level 6.038,06. Hingga sesi pertama, indeks melemah 0,29 persen ke posisi 6.075,74. Indeks makin melorot di awal sesi kedua hingga ditutup melemah hampir 1 persen.

    Sebanyak 151 saham menguat, 338 saham melemah, 130 saham stagnan dibandingkan dengan posisi kemarin. Total perdagangan mencapai 24,05 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp14,68 triliun.

    Menurut Lanjar, kekhawatiran sepinya perdagangan menjelang tutup tahun 2020 terus menghantui investor sehingga aksi profit taking jangka pendek dilakukan untuk mengamankan profit.

    IHSG telah menguat lebih dari 8 persen pada bulan Desember membuatnya rentan diwarnai aksi profit taking jangka pendek di akhir tahun.

    Baca: Mandiri Sekuritas Prediksi IHSG Tembus 6.850 di 2021

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.