Mandiri Sekuritas Prediksi IHSG Tembus 6.850 di 2021

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pialang memantau pergerakan saham pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Seorang pialang memantau pergerakan saham pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaPT Mandiri Sekuritas  memperkirakan pasar modal Indonesia akan kembali melaju dengan estimasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 6.850 di penghujung tahun 2021. 

    Mandiri Sekuritas menilai tahun depan akan menjadi  titik balik pemulihan ekonomi Indonesia. Hal ini didorong oleh harapan ketersediaan vaksin Covid-19, peningkatan konsumsi masyarakat, serta reformasi birokrasi melalui implementasi Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law). 

    Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan ada enam katalis yang akan mendorong kenaikan pasar saham di Indonesia tahun depan. 

    Katalis tersebut antara lain, pemulihan ekonomi yang didorong vaksinasi, normalisasi dengan konsolidasi industri pasca pandemi, dan likuiditas global dan domestik yang melimpah. Selanjutnya suku bunga global yang rendah, kenaikan harga komoditas, serta dimulainya reformasi struktural pemerintah.

    “Dengan pemulihan ekonomi dan reformasi kebijakan di Indonesia pada tahun depan, Mandiri Sekuritas menargetkan IHSG akan mencapai 6.850 di akhir tahun 2021,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa 29 Desember 2021.

    Adrian menyebut, perbaikan ekonomi global dan domestik akan menguntungkan saham-saham cyclical dan juga komoditas. Faktor kedua adalah konsolidasi industri yang akan terjadi, khususnya di perusahaan-perusahaan yang memiliki struktur modal besar dan memungkinkan untuk ekspansi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.