Terdongkrak Sentimen Stimulus AS, IHSG Menguat ke 6.136,37

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada hari ini melanjutkan penguatan pada awal perdagangan seiring dengan sentimen stimulus AS. Saat preopening, IHSG naik 0,31 persen menjadi 6.112,72. Dari seluruh Indeks LQ45, sejumlah 35 saham menguat, 1 saham terkoreksi, dan 9 saham stagnan.

    Sementara pada pukul 09.51 WIB, IHSG naik 0,7 persen atau 42,81 poin menjadi 6.136,37. 

    Menguatnya IHSG ini disebut-sebut karena terimbas sentimen dari Amerika Serikat setelah Donald Trump meneken kesepakatan stimulus AS. Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menyatakan sentimen tersebut mendorong bursa di Asia naik secara keseluruhan.

    Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyetujui paket penanganan Corona dan pendanaan pemerintah senilai US$ 2,3 triliun.

    Paket bantuan senilai US$ 900 miliar telah disetujui oleh Kongres setelah negosiasi berbulan-bulan. Ini adalah bagian dari paket pengeluaran US$ 2,3 triliun yang mencakup US$ 1,4 triliun untuk pengeluaran normal pemerintah federal.

    Dennies memperkirakan IHSG bakal terus menguat. "Secara teknikal potensi penguatan masih terbuka didorong stochastic yang membentuk golden cross," ucapnya.

    Level resistan IHSG ialah 6,171 dan 6,132, sedangkan level support adalah 6,016 dan 5,939. Penguatan IHSG masih didukung oleh optimisme stimulus AS. Pergerakan akan minim sentimen data ekonomi di hari hari terakhir perdagangan di tahun 2020.

    Sementara itu, President Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, , menyebutkan pergerakan IHSG menjelang penutupan akhir tahun saat ini sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar dan menembus resisten level terdekat.

    Bila IHSG bisa dipertahankan di atas resisten level terdekat, maka peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar. Sentimen dari fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas akan turut mewarnai pergerakan IHSG hingga penghujung tahun. "Hari ini IHSG diprediksi bergerak di rentang 5.921 - 6.123," paparnya.

    BISNIS

    Baca: Setelah Cuti Bersama, Simak Jadwal Perdagangan Saham BEI di Akhir Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?