Terpopuler Bisnis: Sandiaga dan Kisah Jualan Aset; Gaduh Banpres Produktif

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) periode 2020-2024, Sandiaga Uno berpose usai serah terima jabatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. Sandiaga menggantikan Wishnutama Kusubandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) periode 2020-2024, Sandiaga Uno berpose usai serah terima jabatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. Sandiaga menggantikan Wishnutama Kusubandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaBerita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Senin, 29 Desember 2020, dimulai dari informasi dari Sandiaga bahwa banyak masyarakat Bali makan dari jualan aset selama pandemi dan Menperin menyebutkan Presiden Jokowi setuju dengan relaksasi pajak mobil baru namun Kemenkeu masih mengkaji hitungannya.

    Selain itu ada juga kabar soal Bupati Bolaang Mangandow Timur minta maaf ke Jokowi soal Banpres, Waskita Garap Proyek senilai Rp 180 triliun dan Sandiga menyinggung perdebatan wisata halal sangat tidak perlu.

    Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

    1. Selama Pandemi, Sandiaga Uno Sebut Banyak Masyarakat Bali Makan dari Jual Aset

    Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno mengajak pelaku usaha pariwisata di Bali mendiskusikan kendala yang dihadapi selama pandemi COVID-19, guna merumuskan langkah strategis ke depan.

    “Saya ingin mendengar dari para pelaku pariwisata dan pemangku kepentingan mengenai kendala yang dihadapi saat situasi yang penuh tantangan ini yaitu COVID-19,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Desember 2020.

    Sandiaga mengerti bahwa seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata mengalami banyak kesulitan. Menurut dia, banyak masyarakat di Provinsi Bali yang kehilangan pekerjaan, mata pencaharian, penghasilan berkurang, dan akhirnya makan dari tabungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.