Libur Akhir Tahun, Transaksi Konsumsi Masyarakat Diprediksi Menurun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan saat melakukan pembatasan kendaraan dan operasi masker di Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 29 Oktober 2020. Operasi tersebut dilakukan untuk melakukan pembatasan pengunjung sebesar 50 persen di kawasan wisata Puncak, Bogor sebagai upaya mencegah membludaknya pengunjung. Serta melakukan operasi masker sebagai peningkatan kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan memberikan sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19.. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas gabungan saat melakukan pembatasan kendaraan dan operasi masker di Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 29 Oktober 2020. Operasi tersebut dilakukan untuk melakukan pembatasan pengunjung sebesar 50 persen di kawasan wisata Puncak, Bogor sebagai upaya mencegah membludaknya pengunjung. Serta melakukan operasi masker sebagai peningkatan kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan memberikan sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19.. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Perbankan nasional mengendus tanda-tanda kelesuan transaksi konsumsi masyarakat pada momen libur natal dan tahun baru kali ini. Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengatakan kebijakan pengetatan aturan protokol kesehatan selama libur akhir tahun menjadi salah satu penyebab tertahannya laju konsumsi masyarakat.

    “Kalau dibandingkan dengan bulan sebelumnya ada kenaikan, namun belum bisa menyamai transaksi tahun lalu, karena masih banyak pembatasan aktivitas dan liburan sehubungan dengan kebijakan pengendalian Covid-19,” ujarnya kepada Tempo, Senin 28 Desember 2020.

    Meski demikian, sejumlah kanal merchant seperti e-commerce mencatatkan pertumbuhan yang konsisten dan positif seiring dengan perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja. “Transportasi juga naik lumayan banyak, hanya saja ticket size-nya relatif kecil-kecil,” ucap Lani.

    Bank, kata dia, memantau perkembangan transaksi konsumsi masyarakat hingga awal Januari mendatang, khususnya yang bersumber dari instrumen kartu kredit. Sebab, instrumen ini terpukul cukup dalam kinerjanya sepanjang pandemi. “Secara tahunan pertumbuhannya masih negatif, dampak Covid-19 pada transaksi kartu kredit cukup dalam karena menurunnya transaksi yang berhubungan dengan travelling atau perjalanan,” katanya.

    Kondisi tersebut turut diamini oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang mencatat penurunan tren transaksi tahunan hingga 10-15 persen. “Hampir semua lini segmen pembayaran untuk transaksi offline khususnya seperti ATM, mesin EDC (Electronic Data Capture), dan e-money mengalami penurunan,” ujar SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.