Rampungkan Sertifikasi, Pesawat N219 Siap Dipasarkan di Tahun Depan

Presiden Joko Widodo keluar dari pesawat N219 saat proses pemberian nama pesawat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 November 2017. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat N219 hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional saat ini telah menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian sertifikasi dan resmi memperoleh Type Certificate. Dengan rampungnya sertifikasi, pengembangan pesawat N219 direncanakan masuk ke tahap komersialisasi pada tahun 2021.

“Prototype pesawat pertama (Prototype Design 1) N219 Nurtanio telah menjalani Flight Cycle sebanyak 250 cycle dan Flight Hours sebanyak 275 jam, sedangkan prototype pesawat kedua (Prototype Design 2) N219 telah menjalani Flight Cycle sebanyak 143 cycle dan Flight Hours sebanyak 176 jam,”, ujar Direktur Teknologi & Pengembangan PTDI Gita Amperiawan dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Desember 2020.

Secara total pesawat N219 telah menyelesaikan 393 Flight Cycle dan 451 Flight Hours dalam proses sertifikasi ini. Pesawat buatan dalam negeri ini melakukan uji terbang perdana pada 16 Agustus 2017. Pada 10 November 2017, bertepatan dengan Hari Pahlawan, pesawat ini diberi nama Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo.

Type Certificate pesawat N219 diserahkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono kepada Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro, disaksikan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi di Ruang Mataram, Gedung Kementerian Perhubungan RI, Jakarta.

Proses sertifikasi merupakan proses terpenting untuk menjamin keamanan dan keselamatan, mengingat pesawat tersebut kedepannya akan digunakan oleh pengguna dan masyarakat umum. Sebagaimana hasil pengujian DKPPU, pesawat N219 dinyatakan telah memenuhi CASR Part 23 (Airworthiness Standards for Aeroplanes in the Normal, Utility, Acrobatic or Commuter Category).






PT Dirgantara Indonesia dan Airbus Teken Nota Kesepahaman Produksi Komponen Aerostruktur

24 hari lalu

PT Dirgantara Indonesia dan Airbus Teken Nota Kesepahaman Produksi Komponen Aerostruktur

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Airbus menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki kerja sama produksi komponen aerostruktur.


Agenda G20 di Belitung Hadirkan Pesawat N219 dari Bandung

25 hari lalu

Agenda G20 di Belitung Hadirkan Pesawat N219 dari Bandung

Partisipasi pesawat N219 sekaligus memperkenalkan produk aeroplane Indonesia ke dunia internasional. Pemrpov Bangka Belitung mau beli.


Bamsoet Dorong PT Dirgantara Indonesia Rampungkan Produksi Pesawat N-219

24 Juli 2022

Bamsoet Dorong PT Dirgantara Indonesia Rampungkan Produksi Pesawat N-219

Saat ini tingkat komponen dalam negeri N-219 Nurtanio sudah mencapai 44,69 persen.


Bamsoet Dukung Pengembangan Produksi Pesawat N219

5 Juli 2022

Bamsoet Dukung Pengembangan Produksi Pesawat N219

Pesawat N219 juga dikembangkan sebagai pesawat amphibi. Sudah diminati banyak negara.


Holding Industri Pertahanan Segera Diluncurkan, Len Industri Kuasai 4 Saham BUMN

21 Januari 2022

Holding Industri Pertahanan Segera Diluncurkan, Len Industri Kuasai 4 Saham BUMN

Len Industri kuasai saham Pindad, Dirgantara Indonesia, PAL Indonesia, serta Dahana seiring langkah pembentukan holding BUMN industri pertahanan.


PTDI Targetkan Pesawat N219 Bisa Dikirim 26 Bulan Sejak Kontrak Efektif

16 November 2021

PTDI Targetkan Pesawat N219 Bisa Dikirim 26 Bulan Sejak Kontrak Efektif

PT Dirgantara Indonesia (Persero) menargetkan pengiriman pesawat N219 dapat dilakukan 26 bulan sejak kontrak efektif.


Pemprov hingga PBNU Minati Pesawat N219 Buatan PTDI, Berapa Harganya?

16 November 2021

Pemprov hingga PBNU Minati Pesawat N219 Buatan PTDI, Berapa Harganya?

PTDI mengatakan total potensi kebutuhan pesawat N219 berdasarkan letter of intent atau memorandum of understanding mencapai 53 unit.


Terpopuler Bisnis: Balik Modal Kereta Cepat, Alasan Kader NU Beli 5 Pesawat N219

16 November 2021

Terpopuler Bisnis: Balik Modal Kereta Cepat, Alasan Kader NU Beli 5 Pesawat N219

Berita terpopuler bisnis kemarin dimulai dari tanggapan Menteri Erick Thohir soal kereta cepat Jakarta-Bandung yang disebut tak bakal balik modal.


Berita Terpopuler: Kader NU Beli Pesawat N219, Saham 12 Emiten Akan Delisting

15 November 2021

Berita Terpopuler: Kader NU Beli Pesawat N219, Saham 12 Emiten Akan Delisting

Kader Nahdlatul Ulama atau NU membeli lima pesawat N219 yang dibuat PT Dirgantara Indonesia.


PTDI: Total Potensi Kebutuhan Pesawat N219 Sebanyak 53 Unit

14 November 2021

PTDI: Total Potensi Kebutuhan Pesawat N219 Sebanyak 53 Unit

PTDI mengatakan total potensi kebutuhan pesawat N219 berdasarkan LoI atau MoU yang telah ada adalah sebanyak 53 unit.