Jumat, 23 Februari 2018

Nilai Ekspor Indonesia Bulan Mei Turun 1,47 persen

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 28 Agustus 2003 15:10 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai ekspor Indonesia bulan Mei 2002 mengalami penurunan 1,47 persen dibanding ekspor bulan April 2002, yaitu dari US$ 4,77 miliar menjadi US$ 4,69 miliar. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Soedarti Surbakti, penurunan ekspor bulan Mei 2002 disebabkan oleh menurunnya ekspor non-migas sebesar 0,81 persen, yaitu dari US$ 3,75 miliar menjadi US$ 3,72 miliar. "Demikian pula ekspor migas turun sebesar 3,92 persen dari US$ 1,02 miliar menjadi US$ 979,7 juta," kata Soedarti dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/7). Penurunan ekspor migas, kata Soedarti, lebih disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 8,41 persen menjadi US$ 434,7 juta. Selain itu, ekspor hasil minyak juga turun 13,7 persen menjadi US$ 102,7 juta. Soedarti mengatakan, penurunan nilai ekspor minyak mentah disebabkan oleh menurunnya permintaan ekspor minyak mentah menjelang musim panas di negara-negara utara. Walaupun, kata dia, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari US$ 24,90 per barel pada April 2002 menjadi US$ 25,01 per barel pada Mei 2002 Penurunan ekspor non migas terbesar bulan Mei 2002, kata Soedarti lebih lanjut, terjadi pada bubur kayu (pulp). Sedangkan peningkatan ekspor terbesar terjadi pada minyak hewan dan tumbuhan. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat pada bulan Mei 2002 meningkat 6,95 persen dan masih merupakan yang terbesar yaitu senilai US$ 645 juta, disusul Jepang US$ 505,4 juta, serta Singapura US$ 390,8 juta. Sedangkan untuk nilai impor, Soedarti mengatakan Mei 2002 mencapai US$ 2,39 miliar atau turun 1,88 persen dibanding impor bulan April 2002 sebesar US$ 2,43 miliar. "Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya impor non migas sebesar 3,84 persen menjadi US$ 1,89 miliar, walaupun impor migas meningkat 6,58 persen menjadi US$ 487,83 juta," kata dia. Selama Januari hingga Mei 2002, kata Soedarti, impor non migas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 1,59 miliar atau 17,52 persen darei total impor non migas. Sedangkan pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 1,71 miliar dengan pangsa pasar 18,81 persen. Ia menambahkan, untuk impor barang konsumsi Januari-Mei 2002 mencapai US$ 928,8 juta atau menurun sebsar 17,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara impor bahan baku dan barang modal, masing-masing mencapai US$ 9,05 miliar dan US$ 1,47 miliar atau menurun masing-masing 22,13 persen dan 35,96 persen. (SS Kurniawan-Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.