Presiden Jokowi Diagendakan Menutup Perdagangan BEI pada Rabu 30 Desember

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan akan menutup perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi pada Rabu 30 Desember 2020. Dalam undangan Bursa Efek Indonesia perihal penutupan perdagangan BEI 2020 dan pembukaan perdagangan BEI 2021, acara akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

    "Sehubungan dengan akan diselenggarakannya Acara Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2020 dan Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2021 yang rencananya diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo, dengan ini kami mengundang Rekan – rekan Wartawan Pasar Modal untuk berkenan hadir dalam acara tersebut secara virtual," tulis dalam undangan tersebut.

    Penutupan perdagangan BEI dilaksanakan pada Rabu, 30 Desember 2020. Acara dimulai pukul 14.30 WIB hingga 15.30 WIB. Presiden akan menutup perdagangan sekitar pukul 15.00 WIB, dan melanjutkan ke penandatanganan sertifikat peresmian penutupan BEI 2020. Turut hadir dalam acara tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

    Sementara itu, agenda pembukaan perdagangan BEI 2021 akan dilakukan pada 4 Januari 2021 sekitar pukul 09.00 WIB. Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2021 sekaligus Peluncuran Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding) oleh Presiden Republik Indonesia.

    Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan bakal merevisi regulasi mengenai urun dana saham atau equity crowd funding, mulai dari sisi kriteria penerbit hingga jenis efek yang ditawarkan.

    Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal IA OJK Luthfy ZaiN Fuady mengatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya mengakomidasi kebutuhan sektor usaha kelas menengah (UKM) dalam mencari pendanaan di pasar modal.

    Pasalnya, sejak aturan crowrd funding ini dirilis pada 2018 hingga saat ini, baru ada 111 emiten yang menggunakan equity crowd funding sebagai alat untuk mencari pendanaan, dengan emisi yang hanya sekitar Rp50 miliar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.