Jelang Libur Tahun Baru, Penerbangan di Bandara Kualanamu Alami Peningkatan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Informasi penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Informasi penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

    TEMPO.CO, Medan - Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, beberapa hari menjelang libur Tahun Baru 2021 pada Minggu 27 Desember 2020 melayani penerbangan 129 unit pesawat udara dari berbagai maskapai di Tanah Air.

    Plt Manajer Branch Communication & Legal Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Paulina Simbolon di Deli Serdang, mengatakan jumlah penerbangan pada Minggu jauh lebih banyak jika dibandingkan pada Sabtu 26 Desember 2020 yang hanya 83 unit pesawat.

    Ia menyebutkan dari jumlah 129 unit penerbangan itu, yakni kedatangan 63 unit dan keberangkatan 66 unit. "Sedangkan jumlah penumpang domestik 10.761 orang, yakni 5.755 orang kedatangan dan 5.006 orang keberangkatan," ujarnya, Minggu 27 Desember 2020.

    Paulina menjelaskan penerbangan pesawat internasional berjumlah dua unit, yakni kedatangan satu unit, dan keberangkatan satu unit.

    Ia menambahkan penumpang internasional berjumlah 40 orang, yakni kedatangan 36 orang, dan keberangkatan empat orang.

    Sebelumnya, penumpang mudik Tahun Baru 2021 di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sabtu 26 Desember 2020 diperkirakan mencapai 7.556 orang dan pesawat sebanyak 83 unit.

    Kedatangan penumpang mudik tersebut jauh lebih sedikit bila dibanding dengan hari-hari sebelumnya. Dari 7.556 orang jumlah penumpang itu, yakni 3.356 orang kedatangan dan 4.200 orang keberangkatan.

    Sedangkan dari 83 unit pesawat di Bandara Kualanamu, yakni 36 unit kedatangan dan 47 unit keberangkatan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.