Perusahaan Pembiayaan Targetkan Kredit Macet Nasabah Berkurang Drastis 2021

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suwandi wiratno. TEMPO/Dasril Roszandi

    Suwandi wiratno. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno memproyeksi langkah industri multifinance yang memilih lebih berhati-hati di masa pandemi, akan terlihat hasilnya di periode 2021. Suwandi mengungkap akhir 2020 pun sudah tercermin tingkat kredit macet atau non-performing financing (NPF) sudah menurun.

    "NPF menurun walaupun volume belum meningkat, menunjukkan kualitas nasabah perusahaan pembiayaan semakin baik. Nah, volume kita ini kan bertahap naik, kalau NPF kita turun terus [hingga 2021], berarti proses pembiayaan kita bagus," ungkapnya kepada Bisnis, Minggu, 27 Desember 2020.

    Statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan perbaikan tingkat kredit bermasalah multifinance setelah sebelumnya sempat menjulang tinggi akibat pandemi Covid-19, yang puncaknya mencapai 5,6 persen pada Juli 2020.

    Rasio NPF terbaru dari 182 multifinance sejak Agustus 2020 hingga bulan berikutnya berturut-turut membaik ke 5,23 persen, 4,93 persen, dan 4,71 persen pada Oktober 2020.

    Oleh sebab itu, Suwandi pun memproyeksi bahwa kecenderungan perusahaan pembiayaan untuk lebih selektif dalam melakukan pembiayaan baru di periode 2020, kemungkinan besar akan ikut berpengaruh terhadap berlanjutnya tren perbaikan NPF ini hingga 2021.

    Menurut pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance) ini, setiap perusahaan memiliki resep masing-masing dalam mengelola piutang pembiayaannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.