Ini Strategi Industri Pembiayaan Tekan Kredit Macet di Tahun Depan

Aktivitas pelayanan penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup berbalik menguat 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.625 per dolar AS pada Selasa (4/8) sore. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno memproyeksi langkah industri multifinance yang memilih lebih berhati-hati di masa pandemi, akan terlihat hasilnya di periode 2021.

Suwandi mengungkap akhir 2020 pun sudah tercermin tingkat kredit macet atau non-performing financing (NPF) sudah menurun.

"NPF menurun walaupun volume belum meningkat, menunjukkan kualitas nasabah perusahaan pembiayaan semakin baik. Nah, volume kita ini kan bertahap naik, kalau NPF kita turun terus [hingga 2021], berarti proses pembiayaan kita bagus," ungkapnya kepada Bisnis, Minggu 27 Desember 2020.  

Statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang menunjukkan perbaikan tingkat kredit bermasalah multifinance setelah sebelumnya sempat menjulang tinggi akibat pandemi Covid-19, yang puncaknya mencapai 5,6 persen pada Juli 2020.

Rasio NPF terbaru dari 182 leasing sejak Agustus 2020 kini berturut-turut membaik ke 5,23 persen, 4,93 persen, dan 4,71 persen pada Oktober 2020.

Oleh sebab itu, Suwandi pun memproyeksi bahwa kecenderungan perusahaan pembiayaan untuk lebih selektif dalam melakukan pembiayaan baru di periode 2020, kemungkinan besar akan ikut berpengaruh terhadap berlanjutnya tren perbaikan kredit macet ini hingga 2021.






Polisi Bekuk Komplotan Perampasan Motor dengan Modus Leasing di Tangerang

2 hari lalu

Polisi Bekuk Komplotan Perampasan Motor dengan Modus Leasing di Tangerang

Unit Reskrim Polsek Ciledug menangkap dua dari empat komplotan perampasan motor dengan modus leasing.


RUPSLB Setujui Bank Syariah Indonesia Right Issue 6 Miliar Saham Baru

7 hari lalu

RUPSLB Setujui Bank Syariah Indonesia Right Issue 6 Miliar Saham Baru

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyetujui aksi korporasi penambahan modal.


PPA Kucurkan Rp 725 Miliar Untuk Pemugaran Pesawat Garuda Indonesia

13 hari lalu

PPA Kucurkan Rp 725 Miliar Untuk Pemugaran Pesawat Garuda Indonesia

Garuda Indonesia menandatangani kerja sama fasilitas pembiayaan restorasi armada dengan skema bagi hasil dengan PPA. Untuk apa saja?


Perjalanan Wisata Bersama, Apa Itu Share Cost?

14 hari lalu

Perjalanan Wisata Bersama, Apa Itu Share Cost?

Perjalanan bersama untuk tujuan wisata, salah satunya share cost


OJK Ungkap Tantangan Industri Pembiayaan: Krisis Pangan, Energi dan Suku Bunga

15 hari lalu

OJK Ungkap Tantangan Industri Pembiayaan: Krisis Pangan, Energi dan Suku Bunga

OJK menyebut krisis pangan maupun energi dan kenaikan suku bunga acuan akan menjadi tantangan bagi industri pembiayaan atau multifinance mendatang.


Perbanas Berharap OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit, Ini Sebabnya

23 hari lalu

Perbanas Berharap OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit, Ini Sebabnya

Perbanas berharap OJK akan memperpanjang kebijakan relaksasi di sektor jasa keuangan, yaitu restrukturisasi kredit.


Harga BBM Naik, BFI Finance: Antusiasme di Bidang Otomotif Masih Tinggi

24 hari lalu

Harga BBM Naik, BFI Finance: Antusiasme di Bidang Otomotif Masih Tinggi

Kenaikan harga BBM bukan hanya terjadi sekali ini saja di Indonesia.


OJK: NPL Restrukturisasi Kredit Covid-19 Naik Jadi 7,1 Persen

24 hari lalu

OJK: NPL Restrukturisasi Kredit Covid-19 Naik Jadi 7,1 Persen

OJK mewaspadai kenaikan rasio kredit macet untuk kredit restrukturisasi pandemi Covid-19. Rasio itu naik dari 0,66 persen menjadi 7,1 persen.


Penyaluran KUR Juli 2022 di Bangka Belitung Rp 1,23 T, Kemenkeu: Realisasi Ini Menekan Inflasi

33 hari lalu

Penyaluran KUR Juli 2022 di Bangka Belitung Rp 1,23 T, Kemenkeu: Realisasi Ini Menekan Inflasi

Kanwil Kemenkeu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga Juli 2022 mencapai Rp1,23 triliun.


Anggaran Program Pembiayaan Perumahan PUPR 2023 Rp 34,17 T untuk 274.924 Unit

36 hari lalu

Anggaran Program Pembiayaan Perumahan PUPR 2023 Rp 34,17 T untuk 274.924 Unit

PUPR mengalokasikan program pembiayaan perumahan pada tahun 2023 dengan total anggaran Rp34,17 triliun untuk 274.924 unit.