Tahun Depan, Bank Sumut Siap Melantai di Bursa Efek

Karyawan tengah melintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Sumut bersiap melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2021 di Bursa Efek Indonesia. 

"Setelah tertunda khususnya akibat pandemi COVID-19 di 2020, IPO akan dilakukan tahun 2021," ujar Direktur Operasional Bank Sumut, Rahmat Fadillah Pohan di Medan, Sabtu 26 Desember 2020.

Menurut dia, IPO merupakan salah satu target rencana strategis PT Bank Sumut pada 2021, meski tetap mengacu pada situasi.

"Yang pasti, IPO direncanakan dilakukan tahun 2021 dengan tahap awal saat ini sedang pengurusan izin prinsip, " katanya. Dalam IPO, rencana penerbitan saham sekitar 20 -25 persen dari modal Bank Sumut saat ini.

IPO akan memperkuat permodalan Bank Sumut sehingga semakin mudah melakukan ekspansi bisnis.

"Berbagai cara dilakukan mulai meningkatkan kinerja hingga berkolaborasi dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk meningkatkan profesionalisme dalam tata kelola perusahaan dan transparansi pengelolaan keuangan," katanya.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, mengacu pada kinerja yang cukup bagus pada 2020, Bank Sumut memang sudah pantas untuk segera mungkin melakukan IPO.

Di tengah COVID-19, Bank Sumut hingga November 2020 sudah meraih laba setelah pajak sebesar Rp483,744 miliar. NPL (Non Performing Loan) pada November juga bisa ditekan Bank Sumut menjadi 3,83 persen dari November 2019 masih sebesar 4,54 persen.

Baca: BEI Sebut Ada 1 Perusahaan Kejar IPO Sebelum Akhir Tahun Ini






OJK Keluarkan Aturan Baru Stock Split dan Reverse Stock Saham, Ini Poinnya

20 hari lalu

OJK Keluarkan Aturan Baru Stock Split dan Reverse Stock Saham, Ini Poinnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan regulasi terbaru yang secara khusus mengatur tentang pemecahan saham (stock split) dan penggabungan saham.


Auto Reject, Batas Kenaikan dan Penurunan Perdagangan Saham

20 hari lalu

Auto Reject, Batas Kenaikan dan Penurunan Perdagangan Saham

Auto rejection atas adaslah batas maksimum dari kenaikan harga sebuah saham dalam satu hari perdagangan bursa efek.


Rights Issue, Hak Eksklusif Pemegang Saham Terlebih Dahulu

27 hari lalu

Rights Issue, Hak Eksklusif Pemegang Saham Terlebih Dahulu

Rights issue dapat berperan sebagai tambahan dana segar untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.


Hikayat Bursa Efek Indonesia, Kelanjutan Pasar Modal Pertama Zaman Kolonial 1912

32 hari lalu

Hikayat Bursa Efek Indonesia, Kelanjutan Pasar Modal Pertama Zaman Kolonial 1912

Bursa Efek Indonesia merupakan bursa efek tertua yang didirikan sejak zaman kolonial sebagai penunjang keberadaan VOC.


Wamendag: Konsep Bursa Kripto Akan Sama dengan Bursa Efek Indonesia

44 hari lalu

Wamendag: Konsep Bursa Kripto Akan Sama dengan Bursa Efek Indonesia

Kementerian Perdagangan menargetkan akan membentuk bursa kripto Indonesia.


Samuel Sekuritas Prediksi IHSG Hari Ini Bergerak Melemah

44 hari lalu

Samuel Sekuritas Prediksi IHSG Hari Ini Bergerak Melemah

Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.


Hak Pemegang Saham, Inilah Jenis-jenis Dividen

52 hari lalu

Hak Pemegang Saham, Inilah Jenis-jenis Dividen

Dividen tunai dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai. Jenis ini pula yang paling banyak digunakan.


Analis Ungkap Penyebab Saham Kebab Baba Rafi ARA di Hari Pertama

54 hari lalu

Analis Ungkap Penyebab Saham Kebab Baba Rafi ARA di Hari Pertama

Rovandi menanggapi harga saham pengelola jaringan waralaba Kebab Baba Rafi PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) yang terbang hingga ARA.


BEI: Investor Asing Beli Bersih Rp 56,95 Triliun Sejak Awal Tahun 2022

23 Juli 2022

BEI: Investor Asing Beli Bersih Rp 56,95 Triliun Sejak Awal Tahun 2022

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menyatakan sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 56,945 triliun.


BMHS Sepakat Bagikan Dividen Rp 22 Miliar

22 Juli 2022

BMHS Sepakat Bagikan Dividen Rp 22 Miliar

BMHS melakukan pembagian dividen sebesar 6,98 persen atas laba bersih setelah pajak perseroan tahun buku 2021.