Besok IHSG Diprediksi Tembus 6.100, Ini Rekomendasi Sahamnya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaIndeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan mencoba menembus level resistance 6.100 pada sesi perdagangan Senin besok, 28 Desember 2020. 

    Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa IHSG terkoreksi 0,24 persen ke level 6.008,71 pada Rabu 23 Desember 2020. Berdasarkan rasio fibonacci, level support dan resistance berada di level 5874.89 hingga 6157,11.

    Berdasarkan indikator, lanjut dia, MACD masih menunjukkan sinyal positif. Sementara itu, Stokastik maupun RSI bergerak ke bawah di area netral.

    “Kendati demikian, terlihat pola long white opening marubozu candle ataupun pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” ujarnya dalam riset yang dikutip, Minggu 27 Desember 2020.

    Binaartha Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor untuk perdagangan Senin 28 Desember 2020, yakni AKRA, ASII, BBRI, BNGA, CPIN, HMSP, TLKM, dan UNTR.

    Secara terpisah, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan memprediksi IHSG menguat terbatas pada sesi Senin besok, 28 Desember 2020. Secara teknikal, pelemahan jangka pendek memasuki area oversold sehingga ada potensi rebound jangka pendek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.