AirAsia dan Batik Air Dilarang Terbang ke Pontianak, Inaca Mengadu ke Menhub

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air Asia dan Batik Air. Foto/shutterstock.com

    Air Asia dan Batik Air. Foto/shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai larangan terbang yang dijatuhkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada maskapai Batik Air dan AirAsia tidak relevan dan tidak adil. Inaca pun meminta Pemerintah Pusat untuk turun tangan terkait hal ini.

    "Kami dari Asosiasi Penerbangan Nasional INACA memohon agar Pemerintah Pusat mempertimbangkan sikap Pemerintah Daerah tersebut karena menurut kami sanksi tersebut tidak relevan dan tidak fair bagi kami sebagai Operator Penerbangan dan Operator Bandara," ujar Ketua Umun Inaca Denon Prawiraatmadja dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 Desember 2020.

    Pesan itu ia tujukan ke Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Ketua Satuan Tugas Covid-19 Doni Monardo. Menurut Denon, izin penerbangan ke suatu daerah sejatinya adalah kewenangan Kementerian Perhubungan.

    Denon pun berpendapat bahwa AirAsia dan Batik tidak seharusnya mendapatkan sanksi larangan terbang akibat penumpang teridentifikasi positif Covid-19 menuju Pontianak atas surat Gubernur Kalimantan Barat.

    "Maskapai maupun Bandara tidak memiliki tanggung jawab atas pemeriksaan calon penumpang terhadap status kesehatan dan Covid-19, petugas KKP di bawah Kemenkes yang memiliki tanggung jawab atas prosedur tersebut," tulis Denon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.