Pangkas Antrean Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Maksimalkan Penggunaan e-HAC

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana antrean di jalur prioritas untuk kelompok rentan Covid-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta, Selasa 15 Desember 2020. TEMPO | Joniansyah Hardjono

    Suasana antrean di jalur prioritas untuk kelompok rentan Covid-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta, Selasa 15 Desember 2020. TEMPO | Joniansyah Hardjono

    TEMPO.CO, Tangerang - Direktur Operasional dan Pelayanan PT Angkasa Pura II (Persero) Muhamad Wasid mengatakan saat ini tengah memaksimalkan penerapan Electronic Health Alert Card (E-HAC) di sejumlah bandara, salah satunya di Bandara Soekarno-Hatta. Kartu e-HAC adalah Kartu Kewaspadaan Kesehatan versi modern dari kartu manual yang sempat digunakan sebelumnya.

    Kartu ini akan didorong untuk mengantisipasi dan memangkas antrean penumpang di pos pemeriksaan kesehatan Bandara. "Kami mendorong penerapan e-HAC dari yang manual saat ini," ujarnya saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat, 25 Desember 2020.

    Wasid menjelaskan e HAC sangat efektif dalam mengatasi antrean panjang di pos kesehatan Terminal Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta. "Prosesnya cuma butuh 1-5 detik."

    Caranya, penumpang mengisi data kesehatan e-HAC di aplikasi e-HAC Indonesia menggunakan telepon pintar. Data kesehatan e-HAC diisi sejak di tiba bandara asal sebelum berangkat. Setelah data yang diisi lengkap, penumpang akan mendapatkan kode QR.

    Begitu tiba di bandara tujuan, penumpang cukup memperlihatkan e-HAC dan di-scan oleh petugas KKP setempat dan hal tersebut tidak memakan waktu lama di Terminal Kedatangan. "Ini untuk mempercepat proses validasi dibandingkan pengisian HAC secara manual," kata Wasid.

    Selain memangkas antrean, menurut Wasid, e-HAC bisa mencegah adanya kerumunan di tempat pemeriksaan kesehatan sehingga meminimalisir penularan Covid-19"Saat ini e-HAC adalah solusi yang tepat untuk mengurangi waktu antrian di pos pemeriksaan kesehatan, prosesnya juga cepat dibanding e-HAC manual yaitu hanya dalam hitungan detik," ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, AP II akan berkoordinasi dengan bandara lain di bawah naungan PT Angkasa Pura II dan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kemenhub terkait e-HAC penumpang yang akan kembali melalui Bandara Soekarno-Hatta. Wasid mengakui cara manual yang saat ini masih diterapkan menyebabkan antrean panjang di Terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

    Baca: Ingin Tak Ribet Rapid Test Antigen di Bandara Soekarno-Hatta? Begini Caranya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.