BEI Sebut Ada 1 Perusahaan Kejar IPO Sebelum Akhir Tahun Ini

Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia atau BEI, I Gede Nyoman Yetna menyebutkan ada satu perusahaan yang berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebelum akhir tahun 2020. Dari catatan BEI per 23 Desember 2020, satu perusahaan yang mengejar bisa melantai di bursa itu adalah bagian dari 17 perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatatan saham. 

“Progress terkini dari proses IPO yang dilakukan, satu di antaranya diprediksi akan melakukan IPO pada bulan Desember 2020,” ujar Nyoman Yetna, Kamis, 24 Desember 2020.

Nyoman Yetna menjelaskan, dari 17 perusahaan yang ada dalam pipeline, paling banyak yakni 6 perusahaan berasal dari sektor Trade, Services and Investment. 

Kemudian masing-masing 2 perusahaan dari sektor Property, Real Estate & Building Construction; Infrastructure, Utilities, & Transportation; Agriculture; Miscellaneous Industry; dan Finance. Sementara 1 lainnya dari sektor Mining.

Adapun per 22 Desember 2020 telah ada 50 perusahaan yang mencatatkan diri di Bursa melalui IPO dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 5,49 triliun. Nilai realisasi tersebut jauh di bawah pencapaian tahun lalu, yang mana sepanjang 2019 ada 55 perusahaan yang IPO dan berhasil mengumpulkan Rp 14,87 triliun dari pasar modal.

Lebih jauh Nyoman Yetna mengatakan salah satu penyebab turunnya fund raising dari pasar modal tahun ini adalah kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Namun begitu, ia yakin tahun depan akan lebih baik seiring dengan hadirnya sejumlah kebijakan pemerintah seperti Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan kebijakan terkait penyediaan vaksin kepada masyarakat.

Sejumlah kebijakan itu, menurut dia, bakal menumbuhkan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan mencapai 5 persen pada tahun 2021 sebagaimana proyeksi Bappenas.

Dengan begitu, Nyoman Yetna berharap jumlah pencatatan efek baik saham maupun efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dan efek-efek lainnya serta jumlah dana yang dihimpun akan meningkat. "Seiring dengan potensi rebound sektor-sektor industri di tahun 2021."

BISNIS

Baca: Harga Melambung di Tahun Ini, Bagaimana Proyeksi Saham Emiten Emas Tahun 2021?






Samuel Sekuritas: IHSG Jatuh ke Zona Merah, Sektor Industri Dasar Melemah Paling Dalam

5 jam lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Jatuh ke Zona Merah, Sektor Industri Dasar Melemah Paling Dalam

IHSG menutup sesi di level 7.077,0 atau 0,49 persen lebih rendah daripada angka penutupan Selasa, 27 September 2022 di level 7.112,4.


Saham Emiten-emiten Ini Pernah Mengalami Suspensi

8 jam lalu

Saham Emiten-emiten Ini Pernah Mengalami Suspensi

Peningkatan harga kumulatif signifikan pada saham PT Gaya Abadi Sempurna, dan untuk cooling down, Bursa Efek memandang perlu suspensi saham emiten ini


Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

10 jam lalu

Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

Kaesang Pangarep menceritakan pertemuannya dengan investor kawakan Lo Kheng Hong sebelum pandemi Covid-19 merebak yakni sekitar tahun 2019.


Suspensi, Penghentian Sementara Perdagangan Saham Bursa Efek Indonesia

11 jam lalu

Suspensi, Penghentian Sementara Perdagangan Saham Bursa Efek Indonesia

Suspensi berdasarkan permintaan dari anggota bursa sendiri, dapat dilakukan dengan ketentuan bahwa permohonan yang diajukan selambatnya 20 hari bursa.


Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

1 hari lalu

Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

Kaesang Pangarep, Youtuber Kevin Hendrawan dan PT Samuel Sekuritas meluncurkan aplikasi Saham Rakyat versi pro.


Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Sejalan dengan Bursa Global

1 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Sejalan dengan Bursa Global

IHSG menutup sesi di level 7.092,7 atau 0,49 persen lebih rendah dari angka penutupan kemarin (7,127,5).


Samuel Sekuritas Prediksi IHSG Berpotensi Menguat, Cermati 8 Saham Ini

1 hari lalu

Samuel Sekuritas Prediksi IHSG Berpotensi Menguat, Cermati 8 Saham Ini

Samuel Sekuritas menyoroti sejumlah saham yang perlu dicermati para investor dengan kondisi IHSG hari ini.


BRI Buyback Saham, Pengamat: Manajemen Yakin Undervalued

2 hari lalu

BRI Buyback Saham, Pengamat: Manajemen Yakin Undervalued

Tujuan dari aksi korporasi tersebut digunakan untuk program kepemilikan saham bagi para pekerja BRI.


IHSG Sesi I Anjlok ke 7.090, 7, Samuel Sekuritas: Pasar Asia Cenderung Melemah

2 hari lalu

IHSG Sesi I Anjlok ke 7.090, 7, Samuel Sekuritas: Pasar Asia Cenderung Melemah

IHSG berada di level 7.090,7 atau turun 1,22 persen dari angka penutupan Jumat pekan lalu, 23 September 2022 di 7.178,5.


IHSG Bergerak di Zona Merah Pagi Ini, Samuel Sekuritas Soroti 3 Saham

2 hari lalu

IHSG Bergerak di Zona Merah Pagi Ini, Samuel Sekuritas Soroti 3 Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 26 September 2022.