Cerita Susi Pudjiastuti soal Bisnis dan Refleksi Diri di Tengah Pandemi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti. ANTARA

    Susi Pudjiastuti. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bercerita panjang lebar soal dampak pandemi Covid-19 terhadap maskapai penerbangan yang didirikannya, PT ASI Pudjiastuti Aviation alias Susi Air. Ia menyebut, sudah 4 bulan pesawat yang dimiliki oleh maskapainya tidak terbang.

    "It's really bad, very dark," kata Susi dalam acara Mata Najwa yang diunggah di akun resmi YouTube Najwa Shihab pada Rabu, 23 Desember 2020.

    Tak hanya itu, Susi juga bercerita bahwa banyak terjadi di Susi Air ketika ia memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan selama lima tahun lamanya. Dari tahun 2014 hingga 2019.

    Salah satunya yaitu ada beberapa hal yang dialami oleh perusahaan yang tidak sesuai dengan harapan. Walhasil, kata dia, banyak hal punya yang harus dibereskan. "Jadi kami seperti set back 10 tahun yang lalu," ujar Susi Pudjiastuti.

    Adapun Susi Air sudah berdiri selama 16 tahun sejak didirikan pada 2004. Total, saat ini Susi Air memiliki 20 daerah operasional utama, lebih dari 140 pilot, 75 teknisi pesawat, dan 650 staf pendukung.

    Kondisi buruk ini bukan kali ini saja disampaikan Susi. Enam bulan lalu, Susi juga menyatakan maskapai miliknya telah mandek beroperasi selama dua bulan. Selama berhenti terbang, Susi praktis tidak memperoleh pemasukan sama sekali dari Susi Air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.