Pelni Medan Sebut Puncak Arus Mudik pada 31 Desember

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Pelni KM Kelud yang membawa 40 anak buah kapal (ABK) positif rapid test, tiba di Pelabuhan Belawan, Senin, 13 April 2020 pukul 20.32 WIB. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

    Kapal Pelni KM Kelud yang membawa 40 anak buah kapal (ABK) positif rapid test, tiba di Pelabuhan Belawan, Senin, 13 April 2020 pukul 20.32 WIB. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Medan menyebutkan puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru 2021 dengan mengoperasikan Kapal Motor (KM) Kelud di Pelabuhan Belawan diprediksi terjadi pada 31 Desember 2020.

    "Besok masuk (KM Kelud) dari Batam ke Belawan tanggal 25 Desember dan berangkat satu hari kemudian jam 10.00 WIB. Kalau puncaknya kita perkirakan 31 Desember," terang Pelaksana tugas Kepala Pelni Cabang Medan Harpin Simamora di Medan, Kamis 24 Desember 2020.

    Ia menerangkan KM Kelud dilengkapi dua mesin yang masing-masing punya power 17.040 KW dengan kecepatan kapal mencapai 21 knot atau 37 kilometer per jam memiliki total kapasitas penumpang 2.607 kursi.

    Namun akibat pandemi COVID-19, lanjut dia, dari total kapasitas penumpang, Pelni mengambil kebijakan mengurangi kursi dengan menerapkan kapasitas maksimal penumpang hanya 50 persen sejak dibukanya penjualan tiket.

    Seperti diketahui, PT Pelni menambah frekuensi pelayaran dengan memberangkatkan KM Kelud dari Batam tiba di Pelabuhan Belawan tiga kali dalam sepekan pada mudik Natal dan Tahun Baru 2021 pada 21, 23, 25, dan 31 Desember 2020.

    "Tapi kita cuma 50 persen yang bisa dipakai oleh penumpang, sesuai dengan protokol kesehatan. Jadi diselang-seling kan, tidurnya penumpang," tuturnya.

    Pihaknya tidak mempermasalahkan dengan kebijakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi yang mempersyaratkan wajib memiliki PCR atau hasil rapid test antigen bagi pemudik masuk ke Sumut sejak 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

    "Menurut gubernur, kalau yang turun di Sumatera Utara wajib pakai rapid antigen. Yang berangkat dari sini (Belawan) ke Jakarta, wajib pakai antigen. Tapi ke Batam dan Tanjung Balai (Karimun) masih rapid test," jelas Harpin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.