Bank Syariah Indonesia Klaim Sudah Dapat Dukungan dari Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bank syariah BUMN. wikipedia

    Ilustrasi bank syariah BUMN. wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Independenden PT Bank Syariah Indonesia Tbk. M Arief Rosyid Hasan mengklaim telah mendapat dukungan dari PP Muhammadiyah. Hal ini tergambar dari proses komunikasi interaktif yang dilakukan dengan semua pemangku Muhammadiyah.

    Dukungan resmi dari ormas tersebut, kata Arief, juga menyetujui proses merger tiga bank BUMN tertuang dalam surat pernyataan pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Surat bernomor 31/PER/I.0/A/2020 itu berisi tentang Bank Syariah Indonesia untuk Keadilan dan Kemakmuran Seluruh Rakyat.

    Dengan pernyataan pers itu, Arief menilai semakin terang komitmen untuk mewujudkan peri kehidupan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia.

    "Karena itu, kami meyakini bahwa Muhammadiyah dan Bank Syariah Indonesia adalah aset yang akan saling menguatkan dalam menopang kebijakan ekonomi berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Arief, Rabu, 23 Desember 2020.

    Kalaupun ada perbedaan pendapat beberapa minggu terakhir, menurut Arief, sangat wajar. Terlebih Bank Syariah Indonesia nantinya akan memiliki aset lebih dari Rp 200 triliun dan dibutuhkan perencanaan serta keberpihakan yang matang sebelum operasionalnya.

    "Semakin tinggi pohon, tentu semakin kencang juga anginnya. Jika dimaknai dalam konteks perbankan syariah, semakin banyak asetnya, semakin besar pula harapan umat dan bangs," kata Arief.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.