Revitalisasi Pabrik Pusri 3 dan 4 Terkendala Pendangkalan Sungai Musi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Wahyudi Saleh, Direktur Utama PT. Pusri Palembang memaparkan rencana revitalisasi pabrik Pusri 3 dan Pusri 4. Tempo/Parliza Hendrawan

    Tri Wahyudi Saleh, Direktur Utama PT. Pusri Palembang memaparkan rencana revitalisasi pabrik Pusri 3 dan Pusri 4. Tempo/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Palembang - Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PT Pusri), Tri Wahyudi Saleh menyatakan pihaknya bakal merevitalisasi pabrik tua seperti Pusri III dan IV. Revitalisasi dilakukan untuk menjaga keandalan produksi dan agar bisa bersaing di tengah pasar lokal dan global.

    Berbicara seusai upacara peringatan Hari jadi Pusri ke-61, Tri belum berani memastikan tanggal dimulainya proyek tersebut lantaran masih terkendala pendangkalan Sungai Musi. Hal tersebut sebagai salah satu jalur keluar masuk barang-barang produksi perseroan yang berada persis di pinggiran Sungai tersebut.

    "Kami akam revitalisasi pabrik yang sudah tidak efisien lagi yang di Palembang ini," kata Tri, Kamis, 24 Desember 2020. Meskipun belum bisa memastikan waktu pelaksanaan ground breaking, Tri memastikan pihaknya berkomitmen untuk mewujudkan rencana tersebut dalam waktu dekat ini.

    Dia juga berharap besar lokasi revitalisasi tetap berada di sekitar kantor pusat PT. Pusri Palembang yang berada di Jalan Mayor Zen, Palembang. "Untuk atasi masalah pendangkalan sungai kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah dan juga pusat,"ujar Tri.

    Sebagai gambaran kata Tri, dulu sebelum terjadi pendangkalan, kapal bisa mengangkut pupuk dengan kapasitas 11.000 metrik ton sedangkan saat ini hanya bisa mengangkut 5000 metrik ton. Angka tersebut dipastikan akan mengganggu target perseroan yang saat ini berada di bawah PT Pupuk Indonesia. "Sekarang sedang kami lakukan studi kelayakannya."

    Baca: 8 Karyawan PT Pusri Positif Corona, Pabrik Beroperasi Normal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.