Naik Rp 5 ribu, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 971 ribu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Petugas menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Kamis, 24 Desember 2020, naik Rp 5.000 dibandingkan dengan kemarin.

    "Harga emas batangan satu gram Rp 971.000," seperti ditulis dalam situs resmi logammulia.com pada Kamis.

    Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

    1 gram Rp 971 ribu
    2 gram Rp 1.882.000
    3 gram Rp 2.798.000
    5 gram Rp 4.630.000
    10 gram Rp 9.205.000
    25 gram Rp 22.887.000
    50 gram Rp 45.695.000
    100 gram Rp 91.312.000
    250 gram Rp 228.015.000

    Sedangkan, harga emas berukuran 500 gram, yaitu Rp 455,8 juta. Dan harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 911,6 juta. Harga emas pada 23 Desember sebesar Rp 966 ribu per gram.

    Adapun harga emas hari ini jauh lebih tinggi dibanding awal tahun yang sebesar Rp 771 ribu. Harga tersebut merupakan yang terendah tahun ini.

    Emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat London Bullion Market Association.

    Dalam situs itu, tertulis sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). "Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22," tulis situs tersebut.

    Baca: Harga Emas Diprediksi Anjlok Saat Window Dressing, Momentum Tepat untuk Beli?

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.