Kominfo: Kami Optimistis Ada Operator Sediakan Jaringan 5G di 2021

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X seusai melakukan pertemuan di Kepatihan, Yogyakarta, Jumat, 16 Oktober 2020, antara lain membahas digitalisasi aksara Jawa. Kredit: ANTARA/HO Humas Pemda DIY

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X seusai melakukan pertemuan di Kepatihan, Yogyakarta, Jumat, 16 Oktober 2020, antara lain membahas digitalisasi aksara Jawa. Kredit: ANTARA/HO Humas Pemda DIY

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan bahwa penggelaran 5G akan tetap dilakukan pada tahun depan di pita 2,3 GHz.

    Analisis Kebijakan Ahli Madya Kominfo Adis Alifiawan mengatakan Kemenkominfo mendorong para pemenang lelang jaringan 5G -- Smartfren, Telkomsel, dan Tri Indonesia -- untuk segera melakukan persiapan penggelaran layanan.

    Adis menjelaskan dengan adanya tambahan spektrum dari hasil seleksi frekuensi, maka para pemenang lelang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kapasitas jaringan internet cepat yang terus meningkat seiring dengan adaptasi terhadap perkembangan teknologi global.

    “Kementerian Komunikasi dan Informatika optimistis pada 2021 akan ada operator seluler yang menyediakan layanan 5G di sejumlah lokasi area publik,” kata Adis kepada Bisnis.com, Rabu 23 Desember 2020.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengumumkan penetapan hasil pemilihan blok frekuensi 5G bagi tiga operator seluler yang lolos seleksi penggunaan pita 2,3 GHz.

    PT Smartfren Telecom (Smartfren) memilih Blok A, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memilih Blok C, dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) memilih Blok B. Ketiganya mengajukan Harga Penawaran sebesar Rp144,8 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?