BNI Turunkan Suku Bunga Deposito Mulai Tahun Depan

ATM BNI

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI kembali melakukan penyesuaian suku bunga deposito dan mulai berlaku awal tahun depan.

Dikutip dari situs resmi perseroan, suku bunga simpanan berjangka dalam bentuk rupiah untuk nominal di bawah Rp100 juta sampai di bawah Rp50 miliar dipatok sebesar 3,25 persen. Suku bunga ini berlaku untuk semua tenor. 

Besaran tersebut menurun 25 basis poin dari sebelumnya yang sebesar 3,50 persen per tahun.

Sementara itu, simpanan deposito dengan nominal Rp50 miliar hingga Rp100 miliar diberikan suku bunga sebesar 3,00 persen per tahun untuk semua tenor. Suku bunga ini tidak mengalami perubahan dari sebelumnya.

Begitu juga dengan deposito senilai di atas Rp100 miliar, yang diberikan bunga sebesar 3,00 persen per tahun untuk semua tenor.

Suku bunga deposito yang baru tersebut berlaku efektif mulai 4 Januari 2021. Adapun, penyesuaian suku bunga ini menyusul saudaranya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., yang terlebih dulu memangkas suku bunga deposito rupiah.

Bank Mandiri memangkas suku bunga deposito, yang berlaku pada Kamis lalu, 10 Desember 2020. Untuk simpanan dalam bentuk rupiah, emiten dengan kode saham BMRI ini menurunkan sebesar 25 bps, dari 3,50 persen menjadi 3,25 persen per tahun untuk semua tier dan tenor.

Baca: BNI Yakin Kredit Korporasi Terus Tumbuh hingga Tutup 2020






Mengenal 5 Jenis Suku Bunga dalam Industri Perbankan

1 hari lalu

Mengenal 5 Jenis Suku Bunga dalam Industri Perbankan

Suku bunga bisa diartikan sebagai balas jasa yang diberikan bank kepada nasabahnya yang membeli atau menjual produknya.


OJK: Menaikkan Suku Bunga Bank Bukan Satu-satunya Cara Jaga Likuiditas

1 hari lalu

OJK: Menaikkan Suku Bunga Bank Bukan Satu-satunya Cara Jaga Likuiditas

OJK memastikan perbankan tidak akan serta merta menaikkan suku bunga pinjaman atau simpanannya untuk menjaga likuiditas.


Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

1 hari lalu

Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

Di tengah menguatnya indeks dolar, mata uang rupiah ditutup melemah 75 poin dalam perdagangan Senin sore, 3 Oktober 2022.


Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

4 hari lalu

Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

Nilai tukar rupiah terpantau masih berada pada level di atas Rp15.200 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat 30 September 2022.


BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

4 hari lalu

BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

Tujuan penerbitan ini oleh BI hingga OJK adalah mengawal proses reformasi referensi suku bunga rupiah.


Pemerintah Kantongi Rp 10,75 Triliun dari Lelang SUN Kemarin

7 hari lalu

Pemerintah Kantongi Rp 10,75 Triliun dari Lelang SUN Kemarin

Pemerintah kembali melaksanakan lelang SUN pada 27 September 2022 untuk tujuh seri, satu seri baru dan sisanya seri hasil pembukaan kembali.


Ancaman Resesi Global 2023, Ekonom: Perekonomian Indonesia Masih Cukup Sehat

7 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Ekonom: Perekonomian Indonesia Masih Cukup Sehat

Kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia berpotensi menimbulkan resesi global.


Staf Honorer DPRD Kabupaten Buol Kaget Rekeningnya Masuk Rp14 Triliun, PPATK: Itu Salah Cetak

7 hari lalu

Staf Honorer DPRD Kabupaten Buol Kaget Rekeningnya Masuk Rp14 Triliun, PPATK: Itu Salah Cetak

van Yustiavandana menjelaskan soal aliran dana misterius Rp14 triliun yang masuk ke rekening seorang staf honorer Sekretariat DPRD Kabupaten Buol


Luhut Sebut Indonesia Harus Siap-siap Terkena Dampak 'Perfect Storm'

7 hari lalu

Luhut Sebut Indonesia Harus Siap-siap Terkena Dampak 'Perfect Storm'

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia saat ini telah menjadi salah satu negara dengan ekonomi yang kuat di dunia.


Ancaman Resesi Global 2023, Indef: Sektor Keuangan Terpuruk Pertama

7 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Indef: Sektor Keuangan Terpuruk Pertama

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid menjelaskan ancaman resesi global tahun depan akan berdampak terhadap sektor keuangan.