Kemenhub Lanjutkan Insentif Penerbangan dengan Anggaran Rp 1,48 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) bersama Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo (kiri) dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kanan) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 25 November 2020. Budi juga mengatakan bahwa penurunan jumlah penumpang terjadi di semua angkutan yakni bus, kereta api, udara dan laut. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) bersama Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo (kiri) dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kanan) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 25 November 2020. Budi juga mengatakan bahwa penurunan jumlah penumpang terjadi di semua angkutan yakni bus, kereta api, udara dan laut. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan memastikan memperoleh anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pariwisata dan penerbangan senilai Rp 1,48 triliun guna melanjutkan sejumlah insentif yang telah diberikan pada tahun ini.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dalam konteks pembangunan yang telah dilakukan Kemenhub pada saat ini tidak hanya tertuju pada kegiatan fisik tetapi juga non fisik seperti pengendalian Covid-19. Pada tahun ini anggaran untuk pengendalian Covid-19 di kementeriannya mencapai lebih dari Rp 200 miliar dan pada 2021 akan ditambah menjadi Rp 334 miliar.

    Selain itu, lanjut Budi, terdapat PEN pariwisata yang pada tahun ini telah dialokasikan senilai Rp 443 miliar maka pada 2021 nilainya meningkat menjadi Rp 1,48 triliun.

    “Ada PEN Pariwisata yang diharapkan membuat industri penerbangan lebih baik. Ini jumlah yang baik untuk memastikan konektivitas, terutama pariwisata untuk bisa terjadi,” ujarnya, Rabu, 23 Desember 2020.

    Menteri yang akrab disapa BKS tersebut menekankan pada 2021 memperoleh alokasi anggaran senilai Rp 45,1 triliun. Sebagian besar anggaran tersebut akan digunakan sebagai modal pembangunan infrastruktur atau sebesar 51 persen. Sisanya, kata dia, sebanyak 49 persen banyak dialokasikan untuk anggaran subsidi di sektor laut, udara, kereta api.

    Menurutnya, kombinasi pendanaan akan beragam bentuknya mulai dari modal syariah, SBSN, KPBU. Selain itu tak hanya rupiah murni tetapi juga mendapatkan pinjaman lain baik langsung maupun tidak langsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.