Bandara Ngurah Rai Bali Tambah Fasilitas Tes Rapid Antigen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu sudut di terminal domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang dilalui penumpang. Di masa pandemi Covid-19, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, hanya melayani penerbangan domestik. TEMPO | Made Argawa

    Salah satu sudut di terminal domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang dilalui penumpang. Di masa pandemi Covid-19, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, hanya melayani penerbangan domestik. TEMPO | Made Argawa

    TEMPO.CO, Badung - Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menambah fasilitas layanan tes cepat atau tes rapid antigen Covid-19 di area bandara.

    "Kami tambahkan satu fasilitas lagi untuk mengakomodasi tingginya permintaan dari calon penumpang serta masyarakat umum yang menginginkan layanan yang mudah dijangkau,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry A.Y. Sikado di Mangupura, Rabu, 23 Desember 2020.

    Sebelumnya, manajemen AP I Bandara I Gusti Ngurah Rai mengoperasikan layanan rapid tes antibodi dan rapid test antigen yang berlokasi di area publik Terminal Domestik. Sedangkan fasilitas layanan rapid test antigen yang baru berlokasi di Gedung Wisti Sabha berada di dekat Terminal Keberangkatan Domestik.

    Menurut dia, penambahan layanan rapid test antigen, dari satu fasilitas menjadi dua fasilitas, dinilai sangat perlu untuk menjawab tingginya jumlah warga yang membutuhkan rapid test antigen sebagai syarat melakukan perjalanan.

    "Layanan rapid test antigen tambahan ini kami tempatkan di Gedung Wisti Sabha lama di area terminal keberangkatan domestik. Jadi akan menampung calon pengguna jasa lebih banyak," katanya.

    Dalam pengoperasian layanan yang baru itu, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) bekerja sama dengan Farmalab, yang mengoperasikan layanan ini setiap hari, termasuk hari Minggu dan hari libur, dari pukul 08.00 WITA hingga pukul 20.00 WITA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.