PLN Jamin Pasokan Listrik Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru Aman, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura & Bali PLN, Haryanto WS saat kunjungannya ke PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Depok, Rabu 23 Desember 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura & Bali PLN, Haryanto WS saat kunjungannya ke PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Depok, Rabu 23 Desember 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Depok - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menjamin pasokan listrik saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 di seluruh Tanah Air bakal aman.  

    Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura & Bali PLN, Haryanto WS mengatakan, saat ini sistem kelistrikan Jawa, Madura & Bali memiliki daya mencapai 37.402 MW. Sementara beban puncak pada malam Natal diperkirakan mencapai 21.347 MW. 

    “Sehingga masih tersedia cadangan daya sebesar 16.055 MW,” kata Haryanto saat kunjungannya ke PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Depok, Rabu 23 Desember 2020.

    Haryanto menjelaskan, pada malam pergantian tahun prediksi beban puncak sebesar 19.131 MW, sehingga masih akan tersedia cadangan sebesar 18.271 MW. “Perlu saya sampaikan, saat ini kondisi kelistrikan Jawa Bali dalam kondisi aman dan normal,” kata Haryanto. 

    Selain Jawa dan Bali, kata Haryanto, beban kelistrikan di wilayah lain pun masih cukup untuk dilaksanakan perayaan Natal dan Tahun Baru. Sistem kelistrikan Sumatera misalnya, memiliki daya mampu mencapai 7.134 MW dengan beban puncak sebesar 5.652 MW.

    Adapun kelistrikan Kalimantan Selatan, Tengah, Timur dan Utara memiliki daya mampu mencapai 2.084 MW dengan beban puncak sebesar 1149 MW. Sementara sistem khatulistiwa (Kalimantan Barat) memiliki daya mampu mencapai 510 MW dengan beban puncak sebesar 315 MW.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.