Bank Indonesia: Rupiah Bisa Menguat, karena Saat Ini Masih Undervalue

Petugas menghitung pecahan uang 100 dolar AS di tempat penukaran valuta asing Dolarindo, Blok M, Jakarta, Selasa, 10 November 2020. Rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan pada hari ini. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah berpeluang kembali ke level fundamentalnya pada 2021 mendatang. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan kurs akan berjalan seiring dengan pelbagai stimulus kebijakan moneter, mulai dari kebijakan suku bunga rendah dan tren likuiditas longgar.

“Kami memandang rupiah masih bisa menguat karena dari sisi fundamental saat ini masih undervalue,” ujarnya, Selasa 22 Desember 2020. Berdasarkan referensi Jakarta Interbank Dolar Spot Rate (JISDOR), kemarin kurs rupiah berada di level Rp 14.218 per US$. 

Tren pembalikan kinerja nilai tukar di sisi lain turut ditopang oleh tingkat inflasi yang rendah serta premi risiko yang semakin membaik. Saat ini, inflasi berada di ksiaran 1,59 persen secara tahunan per November 2020. Bank Indonesia memperkirakan inflasi akan terus berada di bawah target sasaran 3 plus minus 1 persen.

Likuiditas yang longgar juga tak terlepas dari upaya quantitative easing yang dilakukan bank sentral, dimana jumlahnya mencapai Rp 694,9 triliui atau 44,9 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB). “Upaya stabilisasi nilai tukar akan terus menjadi concern kami,” ucap Perry.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede memproyeksikan nilai tukar rupiah di 2021 dapat menguat hingga di bawah level Rp 14.000 per US$, yaitu mencapai Rp 13.800 per US$. “Kami melihat potensinya di semester 1 bisa mulai menguat, hal ini sejalan dengan penguatan mata uang dunia terhadap dolar AS,” ujarnya.






Rupiah Diprediksi Melemah ke 15.070 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

15 jam lalu

Rupiah Diprediksi Melemah ke 15.070 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah pada hari ini akan kembali melemah.


OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

1 hari lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.


Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

2 hari lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Dolar AS Semakin Mentereng, Apa Mata Uang Terkuat di ASEAN Saat Ini?

2 hari lalu

Dolar AS Semakin Mentereng, Apa Mata Uang Terkuat di ASEAN Saat Ini?

Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia menjadi tiga negara anggota ASEAN dengan mata uang terkuat setelah peristiwa penguatan dolar AS belakangan ini.


Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

3 hari lalu

Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

Bank Indonesia mencatat, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri terjadi selama sepekan ini. Terutama dari pasar surat berharga negara (SBN).


Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

3 hari lalu

Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).


Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

3 hari lalu

Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

Pengusaha memperkirakan tingkat inflasi tetap tinggi meski kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia agresif.


Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

3 hari lalu

Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

Kemarin, BI mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin.


Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Sebut Tantangan Fiskal Usai Pandemi, Rupiah Kian Tertekan

3 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Sebut Tantangan Fiskal Usai Pandemi, Rupiah Kian Tertekan

Berita terpopuler pada Kamis, 22 September 2022, dimulai dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal tantangan fiskal usai pandemi.


Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

3 hari lalu

Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi 4,25 persen dinilai akan menambah beban berat yang harus dipikul kalangan pengusaha.