PR Menteri Baru Jokowi Menurut Indef

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance atau Indef Tauhid Ahmad memberikan pandangan ihwal kartuprakerja Jokowi di kantor Indef, Pasar Minggu, Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance atau Indef Tauhid Ahmad memberikan pandangan ihwal kartuprakerja Jokowi di kantor Indef, Pasar Minggu, Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan menteri baru yang ditunjuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengisi posisi di Kabinet Indonesia Maju diharapkan dapat membenahi sejumlah permasalahan yang dihadapi Indonesia selama pandemi.

    “Saya lihat menteri-menteri selama pandemi tidak banyak yang berani dan cenderung menghindari. Dalam konteks pemulihan ekonomi, orang-orang baru ini harus memastikan anggaran PEN di kesehatan dan korporasi bisa terealisasi lebih baik dan menjembatani sektor yang terpuruk,” kata Tauhid saat dihubungi, Selasa, 22 Desember 2020.

    Tauhid pun memberi catatan untuk sejumlah sektor yang kerap menjadi sorotan selama pandemi. Untuk sektor kesehatan yang nantinya akan dipegang Budi Gunadi Sadikin, Tauhid menilai pekerjaan rumah terdekat yang harus ditangani dengan benar adalah soal pengadaan vaksin beserta distribusinya.

    Selain itu, Menteri Kesehatan baru dipandangnya harus berani mengambil gebrakan, termasuk mendiversifikasi pasokan vaksin, tidak hanya dari satu sumber.

    “Menkes harus mampu meyakinkan bahwa vaksin bisa distribusi berjalan tepat waktu, tepat jumlah dan wilayahnya karena akan menjadi masalah jika tidak berjalan dengan tepat. Kalau lambat dan tidak ada gebrakan ya sama saja,” ujarnya.

    Tauhid menilai latar belakang Budi Gunadi Sadikin yang bukan dari sektor kesehatan tidak akan terlalu menimbulkan masalah dalam jangka pendek dan menengah. Tetapi untuk jangka panjang, kondisi ini akan menimbulkan tantangan tersendiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.