DPK Bank Mandiri Naik 11,6 Persen, Penyumbang Terbesar Nasabah di Atas Rp 5 M

Nasabah mengisi form dalam aktivitas pelayanan perbankan secara terbatas pada libur cuti bersama dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bank Mandiri Tebet, Jakarta, Jumat, 30 Okotober 2020. Dalam masa liburan panjang, nasabah dapat melakukan layanan kas terbatas seperti setor/tarik tunai, penggantian buku tabungan, cetak mutasi rekening, pindah buku antar rekening Bank Mandiri dan pembukaan blokir. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan pertumbuhan dana pihak ketiga atau DPK masih tinggi, mencapai  sebesar 11,6 persen. Pertumbuhan ini, kata dia, sejalan dengan sikap hati-hati dari pemilik dana maupun pelaku bisnis dalam melakukan ekspansi usaha.

"Penyumbang terbesarnya adalah dari kategori nasabah dengan nominal di atas Rp 5 Miliar," kata Panji dalam konferensi pers virtual, Selasa, 22 Desember 2020. 

Sisi positifnya, kata dia, kondisi likuiditas perbankan memang masih terjaga dengan baik ke depannya, ditopang oleh kebijakan penurunan suku bunga dan Quantitative Easing Bank Indonesia.

Sementara itu bagi perbankan, kualitas aset juga menjadi perhatian. Kebijakan restrukturisasi kredit serta pelonggaran penilaian kualitas kredit oleh pemerintah dan OJK sementara ini masih membantu terjaganya rasio NPL di bawah 5 persen.

Di bulan Oktober, rasio NPL masih terjaga pada 3.15 persen. Secara umum kondisi perbankan Indonesia masih cukup kuat dengan rasio kecukupan modal yang tetap tinggi pada 23.7 persen di bulan Oktober.

Dia menilai prospek dan kinerja perbankan diperkirakan relatif lebih baik pada tahun 2021. Permintaan terhadap kredit diperkirakan akan melewati masa terendahnya pada tahun ini sejalan dengan mulai bergeraknya sebagian aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit hingga Maret 2022 akan dapat membantu dan mendukung proses pemulihan pada sektor UMKM.

Baca: Bank Mandiri Perkirakan Pertumbuhan Kredit -1 hingga 0 persen di 2021

HENDARTYO HANGGI






OJK: Menaikkan Suku Bunga Bank Bukan Satu-satunya Cara Jaga Likuiditas

8 jam lalu

OJK: Menaikkan Suku Bunga Bank Bukan Satu-satunya Cara Jaga Likuiditas

OJK memastikan perbankan tidak akan serta merta menaikkan suku bunga pinjaman atau simpanannya untuk menjaga likuiditas.


OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 10,62 Persen Agustus 2022, DPK 7,77 Persen

8 jam lalu

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 10,62 Persen Agustus 2022, DPK 7,77 Persen

Kredit perbankan pada bulan Agustus tumbuh sebesar 10,62 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 6.179,5 triliun.


Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

12 jam lalu

Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

Di tengah menguatnya indeks dolar, mata uang rupiah ditutup melemah 75 poin dalam perdagangan Senin sore, 3 Oktober 2022.


Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

3 hari lalu

Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

Nilai tukar rupiah terpantau masih berada pada level di atas Rp15.200 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat 30 September 2022.


Kemenkeu Ungkap Kendala Penyaluran BSU: Kecocokan Data Penerima hingga Tak Punya Rekening

3 hari lalu

Kemenkeu Ungkap Kendala Penyaluran BSU: Kecocokan Data Penerima hingga Tak Punya Rekening

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan atau Kemenkeu Isa Rachmatarwata membeberkan kendala dalam penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU).


Rights Issue Bank Syariah Indonesia, Bank Mandiri Pertahankan Posisi Pemegang Saham Mayoritas

3 hari lalu

Rights Issue Bank Syariah Indonesia, Bank Mandiri Pertahankan Posisi Pemegang Saham Mayoritas

Bank Mandiri mendukung penerbitan saham baru atau rights issue, yang akan dilaksanakan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).


BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

3 hari lalu

BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

Tujuan penerbitan ini oleh BI hingga OJK adalah mengawal proses reformasi referensi suku bunga rupiah.


Dirut Bank Mandiri: Aplikasi Livin Bisa Digunakan di Luar Negeri Mulai Oktober 2022

5 hari lalu

Dirut Bank Mandiri: Aplikasi Livin Bisa Digunakan di Luar Negeri Mulai Oktober 2022

Livin' by Mandiri bisa digunakan oleh IMEI base di luar negeri dengan sim card luar negeri sepanjang WNI memiliki NIK.


Pemerintah Kantongi Rp 10,75 Triliun dari Lelang SUN Kemarin

5 hari lalu

Pemerintah Kantongi Rp 10,75 Triliun dari Lelang SUN Kemarin

Pemerintah kembali melaksanakan lelang SUN pada 27 September 2022 untuk tujuh seri, satu seri baru dan sisanya seri hasil pembukaan kembali.


Ancaman Resesi Global 2023, Ekonom: Perekonomian Indonesia Masih Cukup Sehat

6 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Ekonom: Perekonomian Indonesia Masih Cukup Sehat

Kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia berpotensi menimbulkan resesi global.