Usai Bersatu dengan Bangkok Bank Indonesia, Ini Target Bank Permata

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bapak Dr. Ridha D.M. Wirakusumah, President Director PermataBank memberikan tandatangan pada acara Penandatanganan Integrasi PT Bank PermataTbk dan Bangkok Bank Indonesia disaksikan oleh Bapak Nithapong Senavongse, Senior Vice President & General Manager Bangkok Bank Indonesia, Ibu Dhien Tjahajani, Direktur PermataBank dan Ibu Lea Kusumawijaya, Direktur PermataBank. Foto/Istimewa

    Bapak Dr. Ridha D.M. Wirakusumah, President Director PermataBank memberikan tandatangan pada acara Penandatanganan Integrasi PT Bank PermataTbk dan Bangkok Bank Indonesia disaksikan oleh Bapak Nithapong Senavongse, Senior Vice President & General Manager Bangkok Bank Indonesia, Ibu Dhien Tjahajani, Direktur PermataBank dan Ibu Lea Kusumawijaya, Direktur PermataBank. Foto/Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Permata Tbk (PermataBank) resmi bersatu dengan Bangkok Bank Kantor Cabang Indonesia (BBI) per 21 Desember 2020. Setelah integrasi ini, tim dari BBI pun akan segera bergabung dengan PermataBank.

    "Membawa pengetahuan dan jaringan yang mereka miliki," kata Head of Corporate Affair Richele Maramis saat dihubungi di Jakarta, Senin, 21 Desember 2020.

    Sehingga, kata Richele, BBI dapat membantu PermataBank terhubung dengan jaringan internasional yang memiiki sepak terjang di berbagai negara. Tak hanya di kawasan Asia Tenggara, tapi juga hingga Asia Timur.

    Sehingga nantinya akan memberikan akses yang lebih luas lagi bagi bisnis di Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak peluang di kawasan tersebut. "Kami mendukung semua nasabah dan komunitas, membantu mereka mencapai tujuan," kata Richele.

    Adapun BBI merupakan bagian dari Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank) yang berbasis di Thailand. Bangkok Bank ini juga masih merupakan pemegang saham pengendali PermataBank.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.