Sri Mulyani Bantah Anggapan Dana Infrastruktur Mengecilkan Alokasi Kesehatan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020. Dalam raker tersebut, Sri Mulyani dan Komisi Xi membahas Laporan Keuangan Kementerian Keuangan pada APBN 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020. Dalam raker tersebut, Sri Mulyani dan Komisi Xi membahas Laporan Keuangan Kementerian Keuangan pada APBN 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab anggapan sejumlah pihak yang menyatakan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran lebih besar untuk bidang infrastruktur ketimbang kesehatan pada 2021. Sri Mulyani menyampaikan pandangan itu keliru.

    “Ada yang bertanya mengapa anggaran infrastruktur lebih besar dari anggaran kesehatan, itu tidak benar. Anggaran kesehatan masih sangat besar dan bahkan kita tambah tahun ini,” ujar Sri Mulyani dalam Outlook Perekonominan Indonesia 2021 pada Selasa, 22 Desember 2020.

    Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 169,7 triliun untuk bidang kesehatan pada tahun depan. Anggaran ini masih akan ditambahkan dengan dana penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

    Selain itu, anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 yang tidak terserap pada tahun ini akan dilimpahkan untuk pembiayaan vaksinasi sepanjang tahun mendatang.

    Berdasarkan data pemerintah, realisasi pagu kesehatan pada 2020 baru mencapai 48 persen atau Rp 47,8 triliun dari total anggaran Rp 99,5 triliun.“Dengan demikian (anggaran infrastruktur) tidak menjadi penyebab anggaran kesehatan lebih sedikit,” tutur Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.