Sri Mulyani Lanjutkan Subsidi Internet bagi Siswa dan Guru pada 2021

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani membacakan pandangan akhir Pemerintah atas RUU tentang APBN saat rapat paripurna ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani membacakan pandangan akhir Pemerintah atas RUU tentang APBN saat rapat paripurna ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan subsidi kuota Internet bagi pelajar, mahasiswa, dan guru masih akan berlanjut pada 2021. Alokasi untuk stimulus ini telah dianggarkan dalam APBN 2021.

    “Pemerintah masih akan memberikan dukungan terhadap biaya Internet bagi murid, siswa, dan guru,” ujar Sri Mulyani dalam Outlook Perekonomian Indonesia, Selasa, 22 Desember 2020.

    Berdasarkan rencana kebijakan strategis APBN 2021, pemerintah menganggarkan biaya pendidikan sebesar Rp 550 triliun. Anggaran ini dibagi ke sejumlah pos, seperti peningkatan skor PISA, penguatan pendidikan anak usia dini (paud), dan peningkatan kompetensi guru.

    Anggaran pendidikan akan direalisasikan melalui belanja pusat serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). Dana pendidikan bakal dikucurkan dalam bentuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana desa untuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), program Indonesia pintar, tunjangan guru, serta beasiswa bidik misi dan LPDP.

    Adapun pada 2020, pemerintah menganggarkan dana kuota Internet untuk pembelajaran jarak jauh sebesar Rp7,2 triliun. Subsidi ini langsung disalurkan melalui nomor ponsel yang terdaftar pada Dapodik dan PD-Dikti.

    Program subsidi kuota Internet diberikan untuk memfasilitasi pembelajaran daring guru, siswa, dosen dan mahasiswa di masa pandemi. Kemendikbud mendata nomor ponsel penerima subsidi mencapai 44 juta siswa dan guru sebanyak 3,3 juta.

    Sementara itu, untuk mahasiswa, nomor ponsel yang telah terdaftar mencapai 8 juta mahasiswa dan dosen sebanyak 250 ribu dosen. Proses pendataan dan verifikasi penerima subsidi kuota Internet dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud.

    Baca: Sri Mulyani Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2020 -0,9 Persen

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?