Pandemi, Produsen Sepatu Harga Rp 99.900 Ini Jual 2.880 Sepatu dalam 37 Menit

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik PT ADCO Pakis Mas Klaten, Aditya Caesarico (Kanan) saat memperlihatkan sepatu produksinya pada masa pandemi COVID-19, di Pabrik sepatu Aero Street Desa Bentangan, Klaten, Senin (21/12/2020).  (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

    Pemilik PT ADCO Pakis Mas Klaten, Aditya Caesarico (Kanan) saat memperlihatkan sepatu produksinya pada masa pandemi COVID-19, di Pabrik sepatu Aero Street Desa Bentangan, Klaten, Senin (21/12/2020). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrik sepatu lokal PT ADCO Pakis Mas bermerek "Aero Street" di Dusun 1 Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada masa pandemi Covid-19 tetap sukses meningkatkan produksinya.

    "Kami awalnya produksi khusus sepatu sekolah sempat kaget pada saat Covid-19 pada Februari 2020, dan pemulihan sangat sulit pada Maret, " kata pemilik milenial pemilik PT ADCO Pakis Mas Klaten, Aditya Caesarico, di Desa Bentangan, Klaten, Senin, 21 Desember 2020.

    Aditya mulai mendirikan pabrik sepatu merek Aero Street di Klaten, pada 2015. Hingga sekarang pabrik itu tetap eksis meski masa pandemi Covid-19 sangat berdampak ekonomi masyarakat secara global.

    Pada Covid-19, kata Aditya, pasar anjlok hingga sekitar 90 persen, dan sisa omzetnya tinggal sekitar 5 hingga 10 persen. Namun, PT ADCO Pakis Mas yang memiliki sebanyak 1.400 karyawan harus dipertahankan dan tidak boleh ada yang dipecat.

    Aditya memutar otak untuk membuat produk baru yang bisa diterima banyak kalangan pada April 2020.

    Dia kemudian memutuskan membuat produk khusus untuk pasar online, dengan produksi sepatu berbagai jenis dengan corak warna warni modern yang digemari pasar. Ternyata sambutan konsumen luar biasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.