Profil Pemegang Saham Pengendali Bank Jago yang Dibeli Gojek

Reporter

Gojek dan Bank Jago. Foto/gojek.com dan jago.com

TEMPO.CO, Jakarta - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek resmi menjadi pemegang saham Bank Jago. Rumor masuknya Gojek menjadi pemegang saham Bank Jago sempat memicu lonjakan pada harga saham perseroan sejak beberapa waktu lalu.

Saham Bank Jago itu pun membawa pemegang saham pengendali Bank Jago, Jerry Ng masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2020 versi Forbes per 9 Desember 2020. "Bankir veteran Jerry Ng, dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, mendapatkan kekayaannya dari saham di Bank Jago," tulis Forbes di lamannya.

Jerry menempati posisi 44 dari 50 orang terkaya di Indonesia tahun ini. Pria berusia 55 tahun itu sebelumnya pernah mengisi posisi penting di sejumlah bank. Misalnya, ia menjadi Deputi Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk pada 2001-2002, Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada 2003-2005, serta Wakil Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada 2005-2007. Selanjutnya, sejak 2008 Hingga Februari 2019, alumnus Universitas Washington tersebut menjabat sebagai Direktur Utama Bank Tabungan Pensiun Nasional.

Pada 2019, Jerry Ng dan Patrick Walujo menjadi pengendali baru saham Bank Artos, masing-masing lewat PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) sebesar 37,65 persen dan melalui Wealth Track Technology Limited sebanyak 13,35 persen.

Patrick Walujo adalah menantu dari konglomerat Theodore Permadi Rachmat. Menurut profil Linkedin-nya, lulusan Cornell University itu pernah menjadi analis di Goldman Sachs sejak Juni 1997 hingga tahun 2000. Selanjutnya, ia menjadi Senior Vice President di Pacific Century Group pada 2000-2003. Setelah itu, ia menjadi Co-Founder dan Co-Managing Partner Northstar Group.

Pada 2020, perseroan melakukan perubahan nama dari PT Bank Artos Indonesia Tbk menjadi PT Bank Jago Tbk. Ke depan, perseroan itu akan dikembangkan menjadi bank berbasis teknologi untuk melayani kebutuhan nasabah di segmen pasar Usaha Kecil dan Menengah, Ritel dan Mass Market, melalui produk dan layanan perbankan dalam ekosistem dengan mengoptimalkan teknologi.

Dalam keterangan kepada sejumlah media pada Jumat, 18 Desember 2020, manajemen Bank Jago mengatakan Gojek resmi mengakuisisi saham Bank Jago. Dari aksi ini, Gojek pun memiliki saham emiten dengan kode saham ARTO sebesar 22 persen.

Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek, mengatakan investasi di Bank Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek ke depannya.

Kemitraan dengan Bank Jago adalah sebuah pencapaian baru bagi Gojek dalam menyediakan berbagai solusi dari masalah sehari-hari melalui teknologi.

"Bank berbasis teknologi seperti Bank Jago akan memperkuat ekosistem Gojek sekaligus akan membuka akses yang lebih luas kepada layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi kedua perusahaan untuk mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Kharim Siregar, Direktur Utama Bank Jago mengatakan pihaknya bangga dan sangat menanti untuk bekerja sama dengan Gojek yang memiliki jutaan konsumen dan mitra usaha di seluruh Indonesia.

"Kami akan saling melengkapi karena Bank Jago memiliki pengalaman dan keahlian dalam memahami kebutuhan finansial masyarakat Indonesia,” ujarnya.

CAESAR AKBAR | BISNIS






Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

15 hari lalu

Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

Para pengemudi ojol mengeluhkan kenaikan tarif sejak pekan lalu yang tak dirasakan. Sedangkan potongan komisi atau biaya aplikasi malah kian besar.


Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

15 hari lalu

Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

Keengganan perusahaan aplikator ojol untuk menurunkan biaya komisi dinilai menunjukan sikap yang arogan terhadap aturan pemerintah.


Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

16 hari lalu

Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

Lily Pujiati mengatakan hingga saat ini aplikator ojek online atau ojol masih memberlakukan potongan atau biaya komisi sebanyak 20 sampai 30 persen.


Aplikator Sebut Potongan Komisi Ojol Dikembalikan dalam Bentuk Program ke Pengemudi, Asosiasi: Gimmick

16 hari lalu

Aplikator Sebut Potongan Komisi Ojol Dikembalikan dalam Bentuk Program ke Pengemudi, Asosiasi: Gimmick

Klaim aplikator ojol soal biaya potongan komisi digunakan untuk memberikan program yang berdampak langsung pada pengemudi sontak menuai respons keras.


Beda Tanggapan Maxim, Gojek, dan Grab soal Tarif Ojol yang Dilanggar Aplikator

20 hari lalu

Beda Tanggapan Maxim, Gojek, dan Grab soal Tarif Ojol yang Dilanggar Aplikator

Beberapa aplikator merespons keluhan pengemudi ojek online soal potongan 15 persen yang dilanggar oleh perusahaan aplikasi seperti Maxim, Gojek, dan Grab Indonesia.


Polres Jaksel Kerahkan 250 Personel Jaga Mediasi Gojek dan Driver Taksi Online di Blok S Hari Ini

20 hari lalu

Polres Jaksel Kerahkan 250 Personel Jaga Mediasi Gojek dan Driver Taksi Online di Blok S Hari Ini

Pertemuan Gojek dan driver taksi online itu dapat mencapai kesepakatan soal tarif imbas kenaikan harga BBM.


Gojek Buka Suara Soal Keluhan Pengemudi Tarifnya Dipotong Lebih dari 15 Persen

21 hari lalu

Gojek Buka Suara Soal Keluhan Pengemudi Tarifnya Dipotong Lebih dari 15 Persen

Senior Vice President Corporate Affairs Gojek Rubi W. Purnomo buka suara soal keluhan pengemudi ojek online atau ojol yang tarifnya dipotong aplikator lebih dari 15 persen.


Tarif Ojol Naik, Pengemudi Ojol Curhat: Pendapatan Turun 50 Persen, Aplikator Potong 20 Persen Lebih

21 hari lalu

Tarif Ojol Naik, Pengemudi Ojol Curhat: Pendapatan Turun 50 Persen, Aplikator Potong 20 Persen Lebih

Hingga kini ternyata masih banyak pengemudi ojol yang mengeluhkan aplikator yang memotong komisi lebih dari 15 persen.


Bos Bank Jago Beberkan Resep Balikkan Rugi jadi Laba Semester I 2022

22 hari lalu

Bos Bank Jago Beberkan Resep Balikkan Rugi jadi Laba Semester I 2022

Bank Jago pada semester I-2022 meraup laba bersih Rp 29 miliar, berbanding terbalik dengan periode serupa tahun lalu yang rugi Rp 47 miliar.


Aplikator Ojol Potong Lebih dari 15 Persen, Pengemudi Kecewa Tak Ada Ruang Komunikasi

22 hari lalu

Aplikator Ojol Potong Lebih dari 15 Persen, Pengemudi Kecewa Tak Ada Ruang Komunikasi

Para pengemudi ojol kecewa Kemenhub belum juga membuka ruang komunikasi padahal aplikator memotong lebih dari 15 persen untuk biaya sewa aplikasi.