Bitcoin Melejit, Begini Proyeksi Goldman Sachs akan Nilai Emas

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bitcoin. Reuters

    Ilustrasi Bitcoin. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga keuangan global Goldman Sachs Group Inc. menyatakan Bitcoin dan komoditas emas dapat berjalan berdampingan. Keduanya juga diyakini tidak akan menjatuhkan satu sama lain.

    Goldman mengatakan mengatakan mata uang digital terbesar tersebut mungkin mengurangi beberapa permintaan atas emas. Namun, posisi logam mulia dan aset safe haven tersebut masih akan bertahan.

    "Kinerja emas yang kurang baik baru-baru ini versus nilai riil dan dolar AS telah membuat beberapa investor khawatir bahwa Bitcoin akan menggantikan emas sebagai pilihan lindung nilai atas inflasi," kata Goldman Sachs, seperti dikutip Bloomberg, Jumat, 18 Desember 2020.

    Meskipun ada beberapa substitusi yang terjadi, Goldman Sachs tidak melihat popularitas Bitcoin yang meningkat sebagai ancaman nyata terhadap status emas sebagai mata uang pilihan terakhir.

    Bitcoin sepanjang bulan ini telah mengalami reli tajam. Aset digital ini menyentuh level US$ 23.000 per token pada hari Kamis, 17 Desember 2020, setelah menyentuh level US$20.000 untuk pertama kalinya pada sehari sebelumnya. Artinya, nilai Bitcoin sudah mencapai Rp 334 jutaan dengan asumsi kurs Rp 14.116 per dolar AS.

    Meroketnya nilai Bitcoin memicu perdebatan tentang cryptocurrency bakal memangkas peran emas. JPMorgan Chase & Co. sebelumnya berpendapat bahwa kebangkitan cryptocurrency di pasar keuangan arus utama datang dengan mengorbankan emas batangan.

    Goldman Sachs mengatakan institusi dan investor kaya menghindari cryptocurrency karena masalah transparansi, sementara investasi ritel spekulatif menyebabkan Bitcoin bertindak sebagai aset yang terlalu berisiko. “Kami tidak melihat bukti bahwa reli Bitcoin memakan pasar bullish emas dan percaya keduanya dapat hidup berdampingan."

    BISNIS

    Baca: Bitcoin Meroket Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai Rp 334 Juta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.