Susi Pudjiastuti Klarifikasi Soal Partai Humanis: HOAX, Mohon Tidak Dipercaya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Februari 2019. Tak hanya itu, kapal Vietnam tersebut juga memotong haluan laju KP. HIU MACAN 01 dalam menjalankan tugas saat mengamankan empat kapal Vietnam yang sedang melakukan aktivitas perikanan tangkap yang ilegal (illegal, unreported, unregulated fishing/IUUF) di laut Natuna Utara.  TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Februari 2019. Tak hanya itu, kapal Vietnam tersebut juga memotong haluan laju KP. HIU MACAN 01 dalam menjalankan tugas saat mengamankan empat kapal Vietnam yang sedang melakukan aktivitas perikanan tangkap yang ilegal (illegal, unreported, unregulated fishing/IUUF) di laut Natuna Utara. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengkonfirmasi ihwal kabar ia akan mendirikan Partai Humanis. Informasi yang menyebut pembentukan partai itu sempat beredar dan menyeret nama bos Susi Air ini.

    Susi mengatakan isu itu adalah berita bohong atau hoaks. “Dear All, hari ini beredar HOAX tentang saya akan deklarasi Partai Humanis ... mohon tidak dipercaya. Terimakasih,” tulis Susi lewat akun Twitter pribadinya, @susipudjiastuti, Sabtu, 19 Desember 2020.

    Klarifikasi Susi disambut ramai oleh warganet. Mayoritas menanggapinya dengan guyonan.

    Seorang pengguna Twitter mengatakan nama partai tersebut memang tidak cocok dengan karakter Susi. “Harusnya nama partainya Humoris, baru cocok deh,” tulis seorang pemilik akun.

    Komentar itu dibalas dengan rentetan simbol jempol dan wajah tersenyum oleh Susi. Pemilik akun Twitter lainnya mengatakan tidak percaya bila Susi mendirikan Partai Humanis. “Kalau ibu mau bikin Partai Atlantis, itu lain cerita,” tulis warganet tersebut.

    Sementara itu, beberapa pengguna Twitter berseloroh meminta Susi benar-benar mendirikan partai. Namun, dengan nama partai yang sarat komedi, seperti: Partai Tenggelamkan.

    Di saat yang sama, Susi juga dikabarkan bakal menjadi calon kuat yang mengisi posisi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo. Edhy mengundurkan diri karena terseret kasus korupsi ekspor benih lobster.

    Selepas tak menjabat menteri, Susi memang kerap mengkritik kebijakan terkait kelautan dan perikanan di antaranya lewat cuitannya di media sosial Twitter. Ia termasuk yang menentang keras akan kebijakan ekspor benih lobster, penggunaan kapal cantrang dan pencurian ikan. Dikonfirmasi soal ini, Susi belum memberikan jawaban.

    Baca: 3 Nama Masuk Bursa Calon Menteri Kelautan dan Perikanan, Ada Susi Pudjiastuti?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.