Kemenkeu Sebut Modal Lembaga Pengelola Investasi Bisa dari Saham BUMN

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata, Bupati Pali Heri Amalindo dan Ketua DPRD Kabupaten Pali Sumarjono usai penandatanganan pemberian hibah dan serah kelola aset eks Pertamina di kantor DJKN, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. DJKN menghibahkan dan menetapkan status penggunaan serta penyerahkelolaan Barang Milik Negara (BMN) eks Pertamina dengan total Rp 511 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

    (dari kiri) Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata, Bupati Pali Heri Amalindo dan Ketua DPRD Kabupaten Pali Sumarjono usai penandatanganan pemberian hibah dan serah kelola aset eks Pertamina di kantor DJKN, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. DJKN menghibahkan dan menetapkan status penggunaan serta penyerahkelolaan Barang Milik Negara (BMN) eks Pertamina dengan total Rp 511 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan modal awal Lembaga Pengelola Investasi bisa berasal dari saham Badan Usaha Milik Negara. Saat ini pemerintah sudah menganggarkan Rp 15 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020.

    Pemenuhan modal LPI secara bertahap akan dilakukan hingga mencapai Rp 75 triliun atau setara dengan US$ 5 miliar pada 2021, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2020.

    "Sesuai PP akan dipenuhi di 2021. Bisa diambil dari APBN 2021 sedang dibahas alokasinya. Bisa juga dari aset lain yang sudah dimiliki negara, paling jelas saham BUMN. Bisa kami sertakan sebagai PMN tambahan di SWF," ujar Isa dalam konferensi video, Jumat, 18 Desember 2020

    Selain saham BUMN, pemenuhan modal awal LPI juga bisa dilakukan melalui Barang Milik Negara, misalnya tanah, bangunan, dan lainnya. Namun, itu diperkirakan tidak terlalu memenuhi minat investor.

    "Tapi kalau saham BUMN bisa jadi justru mereka berminat juga kalau mereka bisa berinvestasi di situ," kata Isa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.