Gerai Taco Bell Indonesia di Jakarta Selatan Dibuka, Saham FAST Langsung Melaju

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taco Bell di Pantai Linda Mar. Dok. Taco Bell

    Taco Bell di Pantai Linda Mar. Dok. Taco Bell

    TEMPO.CO, Jakarta -Saham entitas Grup Salim, PT Fast Food Indonesia Tbk, (FAST) cenderung menguat pada hari ini bersamaan dengan mulai beroperasinya Taco Bell Indonesia hari ini.

    Sebelumnya, Fast Food Indonesia lebih dikenal dengan mengoperasikan ratusan gerai KFC Indonesia. Pada perdagangan Jumat, 18 Desember 2020 hingga sesi I, saham FAST naik 0,49 persen atau 5 poin menjadi Rp1.035. Total transaksi mencapai Rp30,41 miliar.

    Sebulan terakhir, saham FAST sudah meningkat 12,5 persen. Namun, sepanjang tahun berjalan harga masih koreksi 18,82 persen.

    Taco Bell memastikan membuka gerainya di Senopati, Jakarta Selatan, untuk umum pada Jumat, 18 Desember 2020 meramaikan industri makanan cepat saji di dalam negeri di tengah pandemi yang memukul banyak pihak.

    Untuk diketahui, Taco Bell adalah restoran cepat saji yang menyediakan makanan – makanan yang terinspirasi dari makanan Meksiko.

    Baca juga : Hari Ini, KFC Resmi Buka Gerai Taco Bell Pertama di Indonesia

    Saat ini, berdasarkan laman Taco Bell, restoran cepat saji ini telah berada di banyak negara, seperti Thailand, Filipina, Brasil, Jepang, Korea, India, Belanda, Amerika Serikat, Ingris, dan beberapa negara lainnya.

    Dalam keterbukaan informasi di laman IDX, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menyebutkan memiliki rencana untuk melakukan ekspansi setelah melihat kinerja dari gerai Taco Bell pertama tersebut.

    “Untuk rencana membuka gerai lagi kami menunggu growth potential dari Taco Bell ini karena Taco Bell merupakan brand baru yang beredar di masyarakat Indonesia,” demikian tertulis dalam keterbukaan informasi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.