Trending Bisnis: Refund Tiket Capai Rp 317 M Hingga Pizza Hut Respons Pembatasan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 9 Juli 2020. Persyaratan tersebut di antaranyai identitas diri, dokumen penerbangan, dan hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19.  TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Suasana sepi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 9 Juli 2020. Persyaratan tersebut di antaranyai identitas diri, dokumen penerbangan, dan hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Kamis, 17 Desember 2020, dimulai dari prediksi kerugian pengusaha akibat membeludaknya refund tiket setelah ada kewajiban tes PCR bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bali.

    Selain itu ada juga soal penurunan tarif tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta menjadi Rp 800 ribu dan pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir soal pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun depan sulit tercapai jika pandemi Covid-19 tak teratasi. 

    Dua berita lainnya yang diminati pembaca adalah respons Pizza Hut menanggapi kebijakan pembatasan jam operasional dan PT KAI yang memastikan belum mewajibkan rapid test antigen bagi pelancong yang akan melakukan perjalanan jarak jauh.   

    Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

    1. Wajib Tes PCR Bikin Refund Membeludak, PHRI Perkirakan Kerugian Rp 317 M

    Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyesalkan kebijakan pemerintah yang mewajibkan wisatawan yang hendak pergi ke Bali untuk melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk meminimalisir potensi Covid-19.

    “Sebetulnya, jika bicara untuk testing itu kan ada beberapa metodenya. Ada rapid test, swab antigen, dan PCR. Nah, harusnya pilihan itu diberikan kepada masyarakat yang tidak membebani. PCR kita sama-sama tahu paling murah Rp 900 ribu dan hasilnya paling lama 3 hari,” katanya saat ditemui Bisnis, Rabu, 16 Desember 2020.

    Dia pun melanjutkan bahwa kebijakan tersebut memberatkan dan disesalkan oleh teman teman industri pariwisata.

    “Bahkan Bali turut terdampak, mereka kuartal III 2020 sudah minus 12,28 persen pertumbuhan ekonominya. Mereka sangat berharap akhir tahun ini mereka bisa bernapas sedikit, tetapi dengan kebijakan ini akhirnya terjadi pembatalan,” ujarnya.

    Baca selengkapnya mengenai PCR di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.