Menjelang Akhir Tahun, Anggaran Pemulihan Ekonomi Baru Terserap 69,3 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Gunadi Sadikin. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Budi Gunadi Sadikin. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Realisasi kumulatif program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 14 Desember mencapai Rp 481,61 triliun, atau 69,3 persen dari pagu anggaran Rp 695,2 triliun. Jika dihitung dari realisasi per 30 September 2020 sebesar Rp 318,48 triliun, maka penyerapan berjalan pada Kuartal IV 2020 telah mencapai sebesar Rp 163,13 triliun.

    Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN), Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, di kuartal IV 2020 pemerintah awalnya merencanakan penyerapan minimal Rp 100 triliun. Hingga kini realisasinya telah mencapai Rp 163,13 triliun.

    "Masih ada sisa waktu dua minggu lagi, mudah-mudahan kami bisa lebih cepat lagi merealisasikan sisa anggaran ini secepat mungkin,” kata Budi Gunadi dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 Desember 2020.

    Hingga 14 Desember, sektor perlindungan sosial sudah terealisasi Rp 217,16 triliun, atau 94,15 persen dari pagu anggaran Rp 230,66 triliun. Sementara sektor UMKM terealisasi sebesar Rp 106,25 Triliun atau 91,73 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 115,82 triliun.

    Sedangkan, program PEN pada sektor Kementerian/Lembaga terealisasi sebesar Rp 55,68 triliun atau 78,75 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 70,7 triliun, dan sektor Pembiayaan Korporasi sudah terealisasi Rp 8,15 triliun atau 13,31 persen dari pagu anggaran Rp 61,22 triliun.

    Untuk sektor kesehatan telah terealisasi Rp 46,68 triliun atau 48,54 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 96,17 triliun. Terakhir, sektor insentif usaha terealisasi sebesar Rp 47,69 triliun atau 39,54 persen dari pagu anggaran Rp 120,61 triliun.

    Dari enam program pemulihan ekonomi nasional, ada empat sektor yang dikelola oleh Satgas Ekonomi yakni sektor perlindungan sosial, UMKM, Kementerian/Lembaga, dan pembiayaan korporasi. “Sektor Sosial dan Sektor UMKM pencapaiannya hampir selesai. Kemudian yang akan jadi prioritas berikutnya di akhir tahun ini adalah sektor Pembiayaan Korporasi," ujar Budi Gunadi.

    Dengan bantuan Kementerian Keuangan, ia yakin akan ada dana-dana besar yang terealisasi seperti Sovereign Wealth Fund (SWF) sekitar Rp 15 triliun, juga dana pinjaman korporasi dan Penyertaan Modal Negara (PMN), yang akan cair akhir tahun ini. "Sehingga diharapkan realisasinya mendekati target."

    Baca: Sisa Anggaran Pemulihan Ekonomi Dialihkan untuk Vaksinasi Covid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.