Teten Masduki: Di Tengah Krisis, UMKM Tampil Jadi Penggerak Ekonomi yang Lesu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah RI Teten Masduki hadir dalam Festival Kewirausahaan Astra yang digelar secara virtual untuk memberikan keynote speech sekaligus untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian Memorandum of Understanding (MoU) antara Astra dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah RI. Dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama terkait pengembangan Desa Sejahtera Astra klaster kopi dan pengembangan digitalisasi koperasi (21/10).

    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah RI Teten Masduki hadir dalam Festival Kewirausahaan Astra yang digelar secara virtual untuk memberikan keynote speech sekaligus untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian Memorandum of Understanding (MoU) antara Astra dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah RI. Dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama terkait pengembangan Desa Sejahtera Astra klaster kopi dan pengembangan digitalisasi koperasi (21/10).

    TEMPO.CO, Jakarta - Dengan kondisi pandemi Covid-19, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat menjadi penggerak perekonomian. Pasalnya pada masa krisis sebelumnya UMKM selalu mejadi tumpuan ekonomi Tanah Air. 

    “Oleh karena itu, UMKM di tengah krisis itu tampil menjadi penggerak dari ekonomi yang lesu,” ujarnya dalam acara Festival #SampoernaUntukUMKM bertajuk Memajukan Ekonomi Kerakyatan untuk Kesejahteraa Bangsa, Rabu, 16 Desember 2020.

    UMKM bisa menjadi penggerak UMKM, kata Teten dikarenakan sektor ini berkontribusi kepada Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61,07 persen. Kemudian UMKM juga sangat besar dalam menyerap tenaga kerja, yakni 97 persen dari total pekerja yang ada di Indonesia. Oleh karenanya, ia menegaskan UMKM harus terus didorong untuk bangkit.

    Untuk mendorong UMKM segera bangkit, Teten mengungkapkan pemerintah telah menggelontorkan berbagai macam stimulus. Di antaranya program restrukturisasi pinjaman dan subsidi bunga bagi UMKM, Subsidi KUR, KUR Super Mikro untuk plafond sampai dengan Rp10 juta dengan bunga 0 persen. Sementara khusus untuk koperasi, dilakukan perkuatan modal kerja Koperasi melalui LPDB-KUMKM.

    Selain itu, kata Teten, perluasan pasar dan penyerapan produk KUMKM melalui 40 persen belanja K/L yang dialokasikan untuk menyerap produk UMKM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.