Jokowi Gratiskan Vaksin Covid-19, Saham Farmasi Bakal Terbang Hingga 2 Tahun?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi memprediki sentimen pemberian vaksin Covid-19 gratis oleh pemerintah kepada masyarakat Indonesia akan berpengaruh baik bagi saham-saham perusahaan farmasi. Nilai saham-saham perusahaan tersebut, kata Ibrahim, akan meningkat bahkan sebelum vaksinasi dilakukan.

    “Emiten di bidang farmasi kemungkinan besar akan terbang tinggi di 2021 bahkan dalam jangka waktu dua tahun,” ujar Ibrahim saat dihubungi Tempo, Rabu, 16 Desember 2020.

    Menurut Ibrahim, pergerakan saham perusahaan farmasi akan menanjak dalam waktu lama karena proses vaksinasi dilakukan sepanjang 1-2 tahun. Selain itu, Ibrahim memproyeksikan kebijakan vaksin gratis akan berpengaruh terhadap sentimen pasar secara keseluruhan sehingga membuat indeks harga saham gabungan atau IHSG dapat kembali meroket.

    “Bukan Indonesia saja, vaksin gratis sudah diumumkan di negara-negara lain. Bahkan mungkin Indonesia yang terakhir. Tapi kebijakan ini positif untuk pasar,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.