Airlangga: UMKM yang Jualan Online Selama Pandemi Naik 30 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Festival #SampoernaUntukUMKM : UMKM sebagai Penggerak Kebangkitan Ekonomi Nasional. Youtube/TEMPO

    Festival #SampoernaUntukUMKM : UMKM sebagai Penggerak Kebangkitan Ekonomi Nasional. Youtube/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut hanya 16 persen saja dari 64,2 juta UMKM di Indonesia yang berjualan di platform e-commerce. Tapi, Airlangga menyebut telah terjadi kenaikan akibat pandemi Covid-19 ini.

    "Dari data center, telah terjadi peningkatan 30 persen," kata Airlangga dalam acara Festival #SampoernaUntukUMKM pada Selasa, 15 Desember 2020.

    Airlangga tidak menyebutkan angka pasti, berapa banyak jumlah riil dari UMKM yang beralih ke online, dari data pemerintah. Ia hanya menyebut pemerintah akan terus mendorong digitalisasi UMKM ini.

    Dalam acara ini, Airlangga mengutip Survei Katadata Insight Center atau KIC yang dirilis pada 26 Juni 2020. Dalam survei ini, KIC menemukan hanya 5,9 persen dari 206 reponden UMKM yang memperoleh dampak positif terkait pandemi Covid-19.

    Mayoritas responden yaitu 82,9 persen mengatakan merasakan dampak negatif seperti penurunan omzet hingga kondisi usaha yang kian memburuk. Acara rilis survei ini juga saat itu dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, hadir dalam rilis survei ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.