Kemenko Perekonomian Sebut Belanja Pemerintah Jadi Daya Topang Utama Ekonomi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjend Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Achmad Sigit Dwiwahjono, Presdir Bayer Indonesia Angel Michael Evangelista, Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Duta Besar Republik Federasi Jerman untuk Indonesia Dr. Peter Schoof, Senior Bayer Representative of ASEAN Ernst Coppens dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Mohammad Rudy Salahuddin Ramto, saat  Bayer Indonesia melepas kontainer ke-3000 untuk ekspor.

    Dirjend Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Achmad Sigit Dwiwahjono, Presdir Bayer Indonesia Angel Michael Evangelista, Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Duta Besar Republik Federasi Jerman untuk Indonesia Dr. Peter Schoof, Senior Bayer Representative of ASEAN Ernst Coppens dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Mohammad Rudy Salahuddin Ramto, saat Bayer Indonesia melepas kontainer ke-3000 untuk ekspor.

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin, mengatakan komponen belanja pemerintah tetap menjadi daya topang utama perekonomian Indonesia.

    "Karena tingkat konsumsi dan investasi yg selama ini menjadi pendorong pertumbuhan itu mengalami tekanan akibat dari pembatasan sosial masyarakat," ujar Rudy dalam webinar, Selasa, 15 Desember 2020.

    Pada periode sebelum 2020, Rudy mengatakan secara historis ekonomi nasional kita mampu tumbuh pada kisaran 5 -6 persen. Namun sejak pandemi menghantam sejak awal tahun ini, perekonomian Indonesia pun tertekan, sehingga pada Kuartal pertama 2020 hanya tumbuh 2,97 persen bahkan pada Kuartal kedua 2020 minus 5,32 persen.

    Seiring dengan berbagai upaya pemerintah dan dukungan dari masyarakat, pada kuartal III 2020, Rudy mengatakan laju kontraksi ekonomi bisa ditekan, sehingga pertumbuhan membaik dari sebelumnya. "Kita berharap di kuartal keempat 2020 akan semakin pulih," kata Rudy.

    Rudy bersyukur sektor pertanian, informasi, hingga komunikasi masih menunjukkan angka yang positif. Sehingga, sektor tersebut bisa menopang pertumbuhan ekonomi Tanah Air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.